alexa snippet

Suami Korban Menghilang, Penembakan Ibu di Medan Gelap

Suami Korban Menghilang, Penembakan Ibu di Medan Gelap
Ilustrasi penembakan. Foto:Istimewa/Hasan Kurniawan/SINDOnews
A+ A-
MEDAN - Kasus penembakan yang menewaskan Indri Wahyuni (31), seorang ibu rumah tangga, di depan rumahnya Komplek Torganda, Blok E Nomor 21, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, hingga kini masih gelap.  

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Fahrizal mengatakan, polisi bukan hanya kebingungan mengungkap kasus itu dengan mencari pelaku penembakan yang diduga berjumlah tiga orang. Tetapi juga kehilangan jejak suami korban.

“Jangankan pelaku, sekarang keberadaan suami korban (Saiful Rizal) sendiri juga tidak diketahui di mana rimbanya. Sejak mengantarkan jasad istrinya ke Aceh sudah tidak bisa dihubungi,” katanya, Rabu (25/10/2016).

Hilangnya suami korban secara tiba-tiba, membuat tim Polrestabes Medan dan Polda Sumut harus mengubah strategi penyelidikan. Sebab, petunjuk utama untuk mengungkap kasus itu satu-satunya adalah suami korban.

“Yang kita lakukan sekarang ini adalah mencari dan menelusuri keberadaan suami korban dulu. Saya sudah minta tolong kepada
teman-teman di Polda Aceh untuk membantu melacak dan menelusurinya," terangnya.

Bahkan, sambung dia, sejumlah kerabat korban maupun suami korban sudah didatangi oleh polisi. Namun, tidak ada satupun diantara keluarganya yang mengetahui keberadaannya Saiful.

Hilangnya suami korban secara tiba-tiba mengindikasikan adanya keterlibatannya dalam kasus tersebut. Apalagi, dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan terjadinya penembakan itu karena utang piutang.

“Dugaan kita memang ke situ (suami korban juga terlibat dalam penembakan), tetapi itu masih dugaan. Begitu juga dengan motifnya, masih sebatas dugaan, yakni utang-piutang,” jelasnya.

Sementara itu, senjata yang digunakan pelaku untuk menembak korban adalah jenis Bareta atau FN. Hal itu diketahui dari proyektil yang ditemukan di lokasi kaliber 9 mili meter (mm).

Diberitakan sebelumnya, Indri Wahyuni (31) tewas ditembak tiga Orang Tak Dikenal (OTK) di depan rumahnya, Komplek Torganda Blok E, Nomor 21, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Selasa 18 Oktober 2016.

Suami korban yang sempat diwawancarai wartawan mengaku, dirinya tidak mengenal tiga pelaku. “Aku tidak pernah berselisih paham dengan siapapun. Aku juga tidak mengenal pelaku,” jelasnya.

Menurut Saiful, selama ini dia bekerja di perusahaan jual beli mobil milik pamannya, di Jalan Ringroad dan Jalan Sisingamaraja, Medan. Selain itu, dia juga memiliki usaha pengangkutan dari Aceh ke Medan.

Baca juga:
Seorang Ibu Tewas Ditembak Pria Misterius di Depan Suaminya




(san)
loading gif
Top