alexa snippet

Helikopter Terbang Rendah, Sejumlah Rumah di Semarang Rusak

Helikopter Terbang Rendah, Sejumlah Rumah di Semarang Rusak
Sejumlah rumah di Kecamatan Tugu dan Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, mengalami kerusakan sesaat setelah dilintasi helikopter M17 yang terbang rendah. Foto/KORAN SINDO/Eka Setiawan
A+ A-
SEMARANG - Sejumlah rumah di Kecamatan Tugu dan Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, mengalami kerusakan sesaat setelah dilintasi helikopter M17 yang terbang rendah, Rabu (19/10/2016).

Informasi yang dihimpun, insiden terjadi pukul 10.00 WIB. Rumah-rumah tersebut berada di Kelurahan Mangkang Wetan dan Kelurahan Wonosari, pinggiran pantura Mangkang Wetan KM 14, Kota Semarang. Lokasi itu adalah akses ruas jalan Semarang-Kendal.

Saksi, Kamidun (44), seorang pengendara motor, menyebut saat kejadian dirinya berkendara dari barat ke timur atau menuju Kota Semarang.

"Dari arah berlawanan, ada helikopter terbang rendah, di atas pembatas jalan. Lebih tinggi sedikit dari lampu jalan (ketinggian terbangnya)," kata saksi.

Kamidun panik, mengingat posisinya seperti berhadapan dengan helikopter. "Saya kira helikopter mau jatuh," lanjutnya.

Terbang rendahnya helikopter itu menimbulkan embusan angin kencang di sekitarnya. Beberapa pengendara motor lain kesulitan berkendara. Mereka memilih menghentikan sepeda motor dan menepikannya.

Embusan angin kencang akibat helikopter itu membuat sejumlah atap rumah warga rusak beterbangan. Pintu kaca di salah satu toko juga pecah.

"Saya lari ke belakang, orang-orang juga pada lari karena genteng rumahnya pada terbang. Dikira helikopter mau jatuh," tambah Ari (21), seorang warga pemilik rumah dan bengkel di lokasi.

Tak lama, helikopter yang saat itu terbang dari arah timur ke barat kemudian berbelok ke selatan, menjauh dari lokasi.

Beberapa anggota TNI datang ke lokasi, melihat kondisi rumah warga yang rusak. Mereka membahas soal ganti rugi. Helikopter itu diketahui sedang digunakan latihan terbang rendah oleh Skuadron 31/Serbu Pusdik Penerbad Semarang.

Camat Tugu Zenuarso mengatakan bakal ada ganti rugi atas dampak yang muncul akibat insiden. "Pihak TNI menyanggupi untuk mengganti," kata dia.

Menurur Zenuarso, ada enam bangunan yang rusak. Rinciannya, bengkel mobil milik Ari rusak seng dan 14 buah asbes dan 50 genteng. Pintu etalase alumunium kaca di toko mur baut milik Gunawan, rusak. Koperasi Swamitra Mina mengalami rusak di bagian kanopi. Papan iklan dan pintu kacanya pecah.

Lalu, Bengkel Las Rukun milik Wawan, empat  asbesnya terbang. Bengkel Box Aming sembilan asbesnya terbang, dan rumah milik Sakinah tembok kamarnya roboh.
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top