alexa snippet

Trauma, Warga Pangandaran Panik saat Ada Angin Kencang

Trauma, Warga Pangandaran Panik saat Ada Angin Kencang
Aktivitas warga korban puting beliung di Pangandaran. Foto/KORAN SINDO/Syamsul Maarif
A+ A-
PANGANDARAN - Trauma masih menyelimuti warga Pangandaran, Jawa Barat, pascabencana alam banjir, longsor, dan angin puting beliung yang melanda daerah itu. Hal itu terlihat saat terjadi angin kencang di Kecamatan Parigi, Kamis (13/10/2016).

Salah satu warga Dusun Parigi, Desa/Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Hani, mengatakan, tiupan angin kencang disusul hujan terjadi pukul 13.00 WIB di daerah Parigi.

"Terus terang kami panik dan takut karena saat kejadian angin puting beliung sebelumnya persis seperti yang terjadi saat ini," kata Hani.

Ketua Forum Koordinasi Tanggap Darurat Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran Aang Sutarman mengatakan pihaknya melakukan upaya pemulihan trauma para korban bencama.

Aang menambahkan, pihaknya bersama relawan kemanusiaan dan relawan bencana seperti Baguna dan FKDM terus melakukan evakuasi dan mendata jumlah korban yang terkena dampak bencana.

"Untuk lokasi yang masih terjadi banjir di antaranya Dusun Karangsalam, Desa Pananjung, dan Dusun Bojongsari, Desa Babakan Kecamatan Pangandaran. Informasinya air mulai surut secara perlahan," kata Aang.

Sementara, Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Kabupaten Pangandaran Dede Supratman mengatakan, sejak Kamis pagi relawan telah disebar ke beberapa lokasi terkena dampak angin puting beliung.

"Untuk penanganan korban bencana angin puting beliung di Kecamatan Parigi telah dibuka dapur umum di Dusun Astamaya dan Dusun Buniayu, Desa Karangjaladri," kata Dede.

Ketua Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Pangandaran Ocid Sutan Abdurosid menargetkan pembersihan sisa bencana angin puting beliung selesai pekan ini.



(zik)
loading gif
Top