alexa snippet

Satpol PP Palopo Amankan Belasan Pasangan Mesum

Satpol PP Palopo Amankan Belasan Pasangan Mesum
Satpol PP Palopo mengamankan belasan pasangan bukan muhrim yang diduga melakukan perbuatan mesum. (Chaeruddin/KORAN SINDO)
A+ A-
PALOPO - Belasan pasangan bukan muhrim diduga tengah melakukan mesum diamankan Satpol PP saat razia di sejumlah rumah  kosan yang ada di Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Kamis (29/9/2016) pukul 09.00 Wita.

Bersama personel TNI, Polri, Lurah, Ketua RT/RW, Satpol PP menggerebek satu per satu kamar kosan di pagi hari. Razia ini berhasil mengamankan belasan pria dan wanita yang tengah berduaan dalam satu kamar.

Satu per satu diperiksa dan diinterogasi serta dimintai KTP, KK, dan buku nikah. Mereka yang tidak bisa membuktikan diri sebagai pasangan suami istri langsung dinaikkan ke mobil dalmas untuk selanjutnya diperiksa di kantor Satpol PP.

Dalam razia ini, sejumlah pasangan ditemukan dalam keadaan tidak berbusana. Ada juga beberapa di antaranya hanya menggunakan pakaian dalam. Personel yang turun juga memeriksa beberapa bagian ruang kosan hingga memeriksa bungkusan rokok untuk menghindari dan mencari pengguna narkoba.

Kepala Seksi Operasi Pol PP Kota Palopo Unnis yang memimpin razia mengatakan, razia ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat setempat yang merasa resah dengan aktivitas transaksi seksual di daerah mereka.

"Mereka yang kami amankan hingga pukul 11.00 saat ini sudah ada belasan orang. Kami masih akan sasar kosan lainnya."

Seluruh yang diamankan, kata Unnis, digiring ke Kantor Satpol PP untuk selanjutnya mendapat pembinaan. Bagi yang tidak bisa menunjukkan kartu identitas diri tidak akan dilepas sebelum orangtuanya datang menjemput.

Ketua RW 3 Kelurahan Salekoe Irwan Halid kepada KORAN SINDO mengatakan, ada sekitar 20 rumah kosan di wilayahnya yang tercatat saat ini. Dia menyayangkan tidak aktifnya para pemilik kosan dan penghuninya untuk melapor ke RT atau RW.

"Saya juga sudah menekankan agar tidak menerima penghuni yang tidak memiliki kartu identitas, bukan saja hanya persoalan penyakit masyarakat tetapi ini juga terkait kamtibmas di wilayah kami," ujarnya.



(zik)
loading gif
Top