Akses Warga Cluster Green Village Bekasi Dibeton, Diduga Pengembang Serobot Tanah
Senin, 26 Juni 2023 - 19:27 WIB
loading...
Akses jalan warga Cluster Green Village, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi dipagar beton. Foto: MPI/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
BEKASI - Heboh akses jalan warga Cluster Green Village, Bekasi Utara, Kota Bekasi ditutup beton pemilik lahan diduga pengembang yang menyerobot tanah milik orang lain. Warga korban penutupan jalan tidak mengetahui sengketa lahan antara pengembang dengan pemilik lahan asli.
Ketua RW setempat Yunus Effendi mengatakan, terdapat 376 meter persegi tanah sengketa yang akhirnya dimenangkan pemilik lahan melalui putusan pengadilan. “Setelah kami ketahui ternyata jalan tersebut (376 meter persegi) adalah milik orang lain dalam arti bukan milik pengembang,” ujar Yunus, Senin (26/6/2023).
Sengketa tanah ini sudah mempunyai hukum tetap pada tingkat kasasi yang dimenangkan pemilik lahan asli. Sehingga, kisruh tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pengembang.
Baca juga: Penampakan Akses Jalan Warga Cluster Green Village Bekasi Dibeton, Mobil Diparkir di Taman
“Kalau secara prosedur pemilik tanah menjual kepada developer dulu terjadi balik nama kemudian developer baru menjual kepada kita. Artinya, di sini tetap pengembangnya yang bertanggung jawab,” katanya.
Ketua RW setempat Yunus Effendi mengatakan, terdapat 376 meter persegi tanah sengketa yang akhirnya dimenangkan pemilik lahan melalui putusan pengadilan. “Setelah kami ketahui ternyata jalan tersebut (376 meter persegi) adalah milik orang lain dalam arti bukan milik pengembang,” ujar Yunus, Senin (26/6/2023).
Sengketa tanah ini sudah mempunyai hukum tetap pada tingkat kasasi yang dimenangkan pemilik lahan asli. Sehingga, kisruh tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pengembang.
Baca juga: Penampakan Akses Jalan Warga Cluster Green Village Bekasi Dibeton, Mobil Diparkir di Taman
“Kalau secara prosedur pemilik tanah menjual kepada developer dulu terjadi balik nama kemudian developer baru menjual kepada kita. Artinya, di sini tetap pengembangnya yang bertanggung jawab,” katanya.
Lihat Juga :