alexa snippet

Diduga Lakukan Pungli di Jalan, Tujuh Oknum Polisi Dinonjobkan

Diduga Lakukan Pungli di Jalan, Tujuh Oknum Polisi Dinonjobkan
Polantas. (Dok/SINDOphoto)
A+ A-
SEMARANG - Tujuh oknum polisi yang diamankan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah karena diduga pungli di jalan raya dinonjobkan untuk sementara. Mereka ditempatkan di bagian administrasi sembari menunggu proses sidang disiplin digelar.

"Ada di sana (Markas Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang), mereka diamankan di sana," ungkap Wakil Kepala Sat Lantas Polrestabes Semarang Kompol Sumiarta, saat ditemui di lobi Mapolrestabes Semarang, Senin (29/8/2016).

Diwawancarai terpisah, Kepala Subbagian Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan oknum-oknum polisi yang diamankan itu akan dikenai sanksi disiplin.

"Sanksi atas pelanggaran disiplin bisa bermacam-macam, misalnya demosi, penundaan pangkat, penundaan untuk sekolah, sampai ditempatkan di tempat khusus atau penjara dari tujuh hari sampai maksimal 21 hari," kata Suwarna.

Suwarna mengatakan, jika menemukan razia lalu lintas di jalan, masyarakat punya hak menanyakan surat perintah. "Sprin (surat perintah) ini bisa dari Kapolsek, Kasatlantas, atau Kapolrestabes," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, para oknum polisi itu diamankan dengan barang bukti uang sekitar Rp5 juta, hasil razia legal selama dua jam. Mereka yang ditangkap pangkat tertinggi adalah Inspektur Polisi Dua (Ipda) alias perwira pertama berinisial Y. Dia juga menjabat Perwira Unit Turjawali Sat Lantas Polrestabes Semarang. (Baca juga: Razia Ilegal, Tujuh Oknum Polisi Ditangkap Propam Polda Jateng).

Polisi-polisi lainnya adalah anak buah Y. Ada juga dua anggota Provos Seksi Propam Polrestabes Semarang yakni Bripka S dan Bripka A.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin justru mengelak ada beberapa anggotanya yang ditangkap Propam Polda Jawa Tengah karena diduga melakukan pungli.

"Nggak ada, nggak ada. Tanya Kabid Propam saja, Pak Budi (Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol Budi Haryanto)," katanya sembari buru-buru meninggalkan wartawan saat ditemui di Mapolrestabes Semarang.



(zik)
loading gif
Top