alexa snippet

Ini Pesan Terakhir Anggota TNI yang Tewas di Hutan Angker

Ini Pesan Terakhir Anggota TNI yang Tewas di Hutan Angker
Pratu Wahyudi anggota Den Rudal Dumai yang ditemukan tewas terbakar di hutan angker ternyata sempat menyampaikan pesan terakhirnya kepada keluarga lewat ponselnya. Pratu Wahyudi semasa hidup. (Foto: Banda HT/Okezone)
A+ A-
PEKANBARU - Duka yang mendalam sangat dirasakan keluarga Pratu Wahyudi anggota Den Rudal Dumai yang gugur saat bertugas memadamkan kebakaran hutan di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil, Riau. Sebelum meninggal, pria kelahiran Magetan ini berpesan kepada keluarga.

Pesan terakhir disampaikan Pratu Wahyudi sehari sebelumnya dia dinyatakan hilang. Saat itu dia sedang bertugas memadamkan kebakaran hutan.

"Saat itu dia menelpon. Dia berpesan kepada tiga adiknya untuk sekolah dengan baik. Dia berjanji akan terus berupaya mengirim uang untuk keluarga dan kebutuhan adik-adiknya," kisah Warni Weton Wahyudi Seloso Wage, ayah dari Pratu Wahyudi, Selasa (23/8/2016).

Kepada ibunya, Murti, Pratu Wahyudi menjanjikan akan terus mencari uang dan mengirimnya ke kampung halaman.

"Dia itu, anaknya sayang dengan kami semua. Asal ada masalah, kami selalu mengadu kepadanya. Adiknya-adiknya juga manja padanya. Apapun akan diusahakan untuk memenuhi kebutuhan adiknya, terliebih jika itu kebutuhan sekolah," katanya dengan penuh kesedihan.

Terakhir, adik Pratu Wahyudi, Ningrum yang masih bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri(MAN) meminta laptop untuk kebutuhan sekolah.

"Kemarin anak ketiga saya itu minta laptop kepada abangnya. Alhamarhum menjanjikan akan membelikannya. Tapi dia mau mengumpulkan uang dulu. Setelah ada uang, almarhum berjanji segera mengirimkan uang untuk Ningrum," ucapnya.

Pratu Wahyudi meninggal dunia di usia ke 26 tahun. Wahyudi merupakan anak pertama dari empat bersaudara.

Dia gugur saat memadamkan kebakaran hutan. Dia dinyatakan hilang sejak 18 Agustus 2016. Dia ditemukan siang tadi di lokasi awal dia hilang.



(sms)
loading gif
Top