alexa snippet

Meraup Rupiah dari Jangkrik

Meraup Rupiah dari Jangkrik
Sahrul, meraup rupiah dari ternak jangkrik. (Viona Sekar Bayu/MNC Media)
A+ A-
ACEH TAMIANG - Jangkrik, serangga bersayap ganda yang kerap mengeluarkan bunyik 'krik, krik', membawa berkah tersendiri bagi Sahrul, warga Desa Salahaji, Kecamatan Sei Liput, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Berkat usaha ternak jangkrik, mantan sekuriti ini bisa meraup rupiah.

Menurut Sahrul (50), modal awal yang dibutuhkan hanya sekitar Rp1 juta. Uang sebesar itu lalu dibuat untuk membuat kotak dari tripleks, membeli bibit jangkrik sebanyak empat kilogram dan makanan jangkrik, dan membuat kandang sederhana tempat kotak-kotak dari tripleks diletakkan, agar terhindar dari  terpaan angin atau hujan.
 
Bibit jangkrik terdiri atas jangkrik jantan dan betina, dibeli sebanyak empat kilogram, dimasukkan dalam kotak tripleks yang di dalamnya telah disusun bekas tatakan telur ayam.

Dengan rutin, jangkrik diberi makan berupa pur ayam atau makanan untuk anak ayam, ubi atau singkong, dan rumput-rumputan.

Setelah 40 hari, jangkrik betina akan bertelur di tatakan berpasir yang telah disediakan di dalam kotak tripleks tersebut. Sekali bertelur, satu ekor jangkrik betina bisa mengeluarkan ratusan butir telur.

Selama hidupnya, setiap hari seekor jangkrik betina tetap akan bertelur. Jadi, setiap hari telur bisa diambil dibesarkan, dan dikembangbiakkan lagi.
 
Pasir yang berisi telur kemudian diayak. Lalu, telur-telur tersebut dipindahkan ke dalam kotak tripleks yang masih kosong dan dalam waktu sepuluh hari telur akan menetas menghasilkan anak-anak jangkrik.

Ternak jangkrik. (Viona Sekar Bayu/MNC Media)
 
Sekitar dua bulan kemudian, jangkrik sudah bisa dipanen. Tentu saja, hanya sebagian yang dipanen, sementara sebagian dipelihara lagi sebagai induk, begitu seterusnya.
 
Jangkrik dewasa diambil dan dijual dengan harga sekitar Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Dalam sehari, Sahrul yang pernah menjadi sekuriti bisa memanen rata-rata enam kilogram jangkrik. Lalu, panen selanjutnya bisa dilakukan keesokan harinya.
 
Jadi, dari awal bibit dibeli untuk panen bisa dilakukan setelah empat bulan kemudian. Dan, sejak itu panen bisa diperoleh setiap hari.

Ternak jangkrik. (Viona Sekar Bayu/MNC Media)

Jika dalam sekali panen bisa menghasilkan enam kilogram jangkrik, berarti Sahrul yang memiliki lima anak bisa mendapatkan 6xRp50 ribu per kilogramnya yaitu Rp300 ribu per hari.

Saat ini, pesanan jangkrik mulai berdatangan. Namun, Sahrul belum mampu memenuhi permintaan pasar. Para pembeli rata-rata memanfaatkan jangkrik sebagai makanan burung dan ikan.

Anda berminat memulai usaha seperti Sahrul?



(zik)
loading gif
Top