Tim Suku Anak Dalam Peduli Karhutla Dikukuhkan

Jum'at, 24 Juli 2020 - 15:41 WIB
loading...
Tim Suku Anak Dalam...
Para Tumenggung Suku Anak Dalam (SAD) Se-Kabupaten Tebo, dikukuhkan oleh Kapolres Tebo, AKBP Abdul Hafidz, S.I.K bersama Bupati Tebo, sebagai Tim Suku Anak Dalam (SAD) Peduli Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Foto SINDOnews
A A A
TEBO - Para Tumenggung Suku Anak Dalam (SAD) Se-Kabupaten Tebo, dikukuhkan oleh Kapolres Tebo, AKBP Abdul Hafidz, S.I.K bersama Bupati Tebo, sebagai Tim Suku Anak Dalam (SAD) Peduli Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Pengukuhan ini dilaksanakan di halaman Makopolres Tebo usai Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Ops Patuh Siginjai 2020. "Ada 15 orang SAD yang kita kukuhkan yakni 12 orang Temenggung dan 3 orang pembantu Temenggung," kata Kapolres Tebo, usai pengukuhan, Kamis (23/07). (Baca: Polres Tebo Cetuskan Desa Tangguh Karhutla dan Narkoba)

Kapolres berkata, pengukuhan SAD Peduli Karhutla ini atas kerjasama Polres Tebo dengan Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK) yang fokus pada pendampingan dan pemberdayaan SAD. "Nanti dikoordinir oleh Yayasan ORIK, saudara kita SAD yang telah dikukuhkan ini akan melakukan pemantauan titik api di wilayah hutan mereka masing-masing. Saudara kita (SAD) ini juga akan mensosialisasikan kepada warganya untuk tidak mebakar hutan atau lahan," kata Kapolres.

Kepada SAD, Kapolres berpesan agar selalu menjaga hutan tetap lestari dan hijau," hutan tempat kita hidup, jadi mari kita jaga sama-sama," ajak Kapolres. (Baca: Antisipasi Karhutlah, Polres Tebo Lakukan Patroli Hutan)

Terpisah, Ketua Yayasan ORIK, Ahmad Firdaus mengatakan, pengukuhan SAD Peduli Karhutla merupakan terobosan baru bagi ORIK. Pasalnya, selama ini SAD sangat rentan dimanfaati oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk membakar hutan atau lahan. "Bahkan ada sejumlah oknum yang membakar hutan atau lahan mengatasnamakan SAD," ujar dia.

Firdaus berharap dengan dikukuhkannya SAD Peduli Karhutla ini, tidak ada lagi oknum yang membakar hutan maupun lahan mengatasnamakan SAD. "Juga tidak ada lagi oknum yang manfaatkan SAD untuk membakar hutan dan lahan," katanya.

Salah seorang pimpinan SAD, Temenggung Ngadap berkata, sejak dari nenek moyang dahulu hingga sekarang mereka tinggal dan hidup di hutan. Jadi menurut dia, tidak mungkin SAD kelompok dia membakar hutan atau lahan. "Kelompok saya selama ini tinggal di hutan. Hutan adalah rumah kami, tempat kami hidup dan berkehidupan. Jadi ndak mungkin kami bakar rumah kami sendiri," kata Temenggung dari Teman Nasional Bukit Duabelas (TNBT) ini.

Hal yang sama juga diutarakan Temenggung Apung. Dia berkata, sejak diberlakukannya aturan tidak boleh membakar hutan dan lahan beberapa tahun yang lalu, dia bersama kelompoknya tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar. Kalaupun ada yang membakar hutan atau lahan, itu dipastikan bukan kelompok kami.

"Itu ada yang mengaku-ngaku SAD dan membakar hutan atau lahan. Padahal itu bukan kami. Mana mungkin kami membakar hutan tempat kami hidup dan berkehidupan," kata Apung.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Hadapi Kemarau 2026,...
Hadapi Kemarau 2026, Polda Sumsel Gandeng APHI Perkuat Pencegahan Karhutla
Angin Kencang Terjang...
Angin Kencang Terjang Klaten, Karhutla Muncul di Nunukan
Gelar Riau Bhayangkara...
Gelar Riau Bhayangkara Run 2026, Kapolda Ajak Masyarakat Bangun Kesadaran Ekologis
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Kolaborasi dan Deteksi...
Kolaborasi dan Deteksi Dini Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Perangkap Kerugian Lingkungan...
Perangkap Kerugian Lingkungan dan Ancaman Ketidakpastian Hukum bagi Investasi Indonesia
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved