alexametrics

Bermodal Korek Kayu, Sueb Ajari Putranya Membobol Mesin ATM

loading...
Bermodal Korek Kayu, Sueb Ajari Putranya Membobol Mesin ATM
Ilustrasi pembobolan ATM (foto:Hasan/Sindonews)
A+ A-
SURABAYA - Aparat Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membongkar sindikat pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan sasaran pemudik Lebaran.

Ironisnya, dua dari empat tersangka yang diamankan polisi ini adalah bapak anak, yakni Lalu Sueb (46) dan Lalu Hadisukma (22), warga Lombok Timur. Sedangkan dua tersangka lainnya Abdul Rofik (42), dan Muhammad Rendi (34), asal Banjarmasin.

Keempat tersangka ditangkap polisi dalam sebuah penggerebekan di sebuah hotel, kawasan Jalan Pregolan Surabaya.



Dalam aksinya, keempat tersangka ini memanfaatkan momen mudik Lebaran, di mana keempatnya mengaku hendak mudik dari Jakarta ke rumah tersangka Sueb di Lombok Timur dengan mengendarai mobil.

Sepanjang perjalanan yang mereka lalui, tersangka Sueb yang merupakan otak sindikat menjarah mesin ATM di lokasi yang mereka singgahi hanya dengan menggunakan sebatang korek kayu, dan kartu ATM bekas.

Dengan batang korek kayu itu, tersangka mengganjal lubang kartu ATM. Begitu terdapat korban yang kartunya macet, tersangka berpura-pura menolong dan meminta nomor pin kartu ATM korban.

Padahal, tanpa sepengetahuan korban tersangka menyerahkan kartu ATM lain yang mirip dengan milik korban. Begitu korban pergi meninggalkan mesin ATM, tersangka menguras isi rekening korban.

Kepada polisi, tersangka yang pasrah dengan proses hukum yang dijalani ini mengaku hendak menggunakan uang dari membobol ATM untuk mudik Lebaran, bagi-bagi THR bagi warga di kampung halamannya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 38 kartu ATM, selembar kartu ATM yang terpotong dan dua bungkus korek api kayu. Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman lebih dari lima tahun penjara.
(san)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak