alexametrics

5 Tewas, 2 Hilang dan 209 Rumah Rusak Akibat Bencana Sangihe

loading...
5 Tewas, 2 Hilang dan 209 Rumah Rusak Akibat Bencana Sangihe
Upaya penanganan darurat akibat banjir, longsor, gelombang pasang dan cuaca ekstrem masih dilakukan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. (Foto: MNC Media)
A+ A-
SANGIHE TALAUD - Upaya penanganan darurat akibat banjir, longsor, gelombang pasang dan cuaca ekstrem masih dilakukan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.  Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana musibah longsor dan banjir di Kepulauan Sangihe tersebut menyebabkan lima orang tewas, dua hilang.

Sedangkan kerusakan rumah dan infrastruktur mencapai Rp57 miliar. Di mana kerusakan meliputi 44 unit rumah rusak berat, 116 unit rumah rusak sedang, dan 49 unit rumah rusak ringan.



Kerusakan infrastruktur meliputi rusaknya dasar jembatan dua unit dan jalan sepanjang 1 km sehingga mengakibatkan lima kampung dan tiga kecamatan terisolir.

Sarana pendidikan dan fasilitas umum yang rusak tujuh unit dan kerusakan perkebunan dan pertanian lebih kurang 10 hektare.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho akibat bencana tersebut sebanyak 610 jiwa pengungsi ditampung di dua lokasi, Gereja Imanuel dan SD Kolangan Beha. Pendataan dampak bencana masih dilakukan.

Tim Reaksi Cepat BNPB dipimpin Direktur Tanggap Darurat BNPB, kata dia, telah berada di lokasi bencana sejak Rabu 22 Juni 2016 untuk mendampingi BPBD.

"BNPB menyerahkan bantuan dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat Rp350 juta yang diterima Bupati Kepulauan Sangihe," kata Sutopo dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan, Kamis (23/6/2016).

TRC BNPB melakukan kaji cepat dan bantuan siap saji serta peninjauan lokasi pengungsian dan daerah terdampak bencana.

BPBD Provinsi Sulawesi Utara telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan. BPBD Kepulauan Sangihe bersama TNI, Polri, SAR, SKPD, dan lainnya melakukan penanganan pengungsi, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan warga yang terdampak, dan pembukaan akses jalan.

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah kebutuhan dasar pengungsi, dapur umum, air bersih, wc darurat, manajemen pengungsian, pengalian longsoran yang menimbun korban jiwa, pembukaan akses jalan, normalisasi alur sungai, perbaikan sarana air bersih dan perbaikan jaringan listrik," tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak