Tangsel Waspadai Hewan Kurban Terpapar Virus Lato-Lato

Senin, 05 Juni 2023 - 17:02 WIB
loading...
Tangsel Waspadai Hewan...
Virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit Lato-Lato pada hewan kurban belum ditemukan di wilayah Tangsel. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
TANGERANG SELATAN - Virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit Lato-Lato pada hewan kurban belum ditemukan di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Meski begitu, dinas terkait tetap terus melakukan pemantauan di sejumlah lapak penjualan hewan kurban.

Penyebaran LSD mulai masif hingga masuk kategori wabah di beberapa daerah. Penyakit itu menimbukan ciri fisik, seperti benjolan-benjolan kecil pada kulit di bagian leher hingga badan hewan.

Baca Juga: Pemprov DKI Jamin Kesehatan Hewan Kurban Aman dari PMK

"Sampai saat ini untuk LSD kami belum dapat laporan dari lapangan adanya penyakit tersebut," ujar Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Tangsel, Pipit Surya Yuniar, Senin (5/6/2023).

Berdasarkan data surat pernohonan dari daerah pengiriman hewan kurban, kata Pipit, jumlah sapi yang dikirim ke wilayah Tangsel sebanyak sekitar 1.050 ekor. Sementara jumlah kambing berkisar sekitar 3 ribuan ekor.

"Ada dari daerah Lampung, ada dari Jawa tengah. Itu yang resmi pakai surat," tambahnya.

Baca Juga: Jelang Iduladha, Hewan Kurban Diserang Virus Lato-Lato di Depok

Menurutnya, meski penyebaran LSD tak semasif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) namun upaya pencegahan tetap dilakukan sejak dini. Tim kesehatan rutin mengecek tiap hari ke peternakan atau lapak-lapak hewan kurban.

"Kalau kami memang dari awal ada tim setiap hari selalu keliling, berdasarkan panggilan dari peternak untuk monitoring. Tapi nanti kalau sudah H-14 hingga H-10 itu kita sudah ke lapak-lapak untuk mengecek keluhan hewan-hewan ternak itu," katanya.

Hanya, keterbasan jumlah personel membuat pengecekan ke lapangan tidak bisa menjangkau seluruhnya. Namun, pihaknya akan memprioritaskan lapak-lapak yang paling berpotensi terjadi penyebaran virus secara luas.

Guna memastikan kesehatan hewan kurban, masyarakat luas diminta untuk mengecek ada tidaknya stiker pada lapak-lapak penjualan hewan kurban. Lapak yang dinyatakan aman adalah yang telah rampung dicek oleh tim kesehatan hewan.

"Nanti ada stiker dari kita. Jadi di situ ada keterangan sudah diperiksa oleh DKP3," tandasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
Lewat Program TJSL,...
Lewat Program TJSL, IFG Life Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat
Kurban dan Pembangunan
Kurban dan Pembangunan
Rekomendasi
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Berita Terkini
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved