Heru Dukung Ketua RT Tindak Bangunan Liar di Ruko Pluit
Selasa, 30 Mei 2023 - 12:10 WIB
loading...
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Foto: MPI/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mendukung langkah ketua RT yang melaporkan tindakan bangunan liar di Ruko Niaga Pluit, Jalan Pluit Karang Niaga, Blok Z-4 Utara dan Z-8 Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara. Tindakan ketua RT itu, tentu membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan kawasan niaga nyaman dan mematuhi peraturan yang berlaku.
"Saya terus mendukung langkah semua pihak, termasuk RT untuk menegakkan kawasan niaga yang aman dan nyaman. Tentunya semua bangunan harus sesuai dengan peruntukan dan zonasi yang telah ditetapkan pemerintah," ucap Heru dalam keterangan, Selasa (30/5/2023).
Baca juga: Nasib Ketua RT Pluit Didemo Pemilik Ruko yang Dibongkar, Heru Budi: Itu Urusan Dia
Pembongkaran ruko yang dilakukan pada Rabu 24 Mei 2023, kata dia, hal tersebut dilakukan guna mengembalikan kawasan sesuai dengan fungsi dan ketentuan zonasi, yakni saluran air dan jalan. Ia berharap, polemik antara pemilik ruko dengan ketua RT bisa secepatnya terselesaikan secara baik.
“Saya berharap semua pihak selalu menjaga komunikasi yang baik. Utamakan rembuk warga di tingkat kelurahan,” kata Heru.
Diketahui, polemik berawal dari pembongkaran paksa puluhan ruko di Jalan Niaga karena dituding mencaplok lahan saluran air dan pedestrian. Pembongkaran ini berasal dari laporan warga yang diwakili oleh Ketua RT 011 RW 03 Riang Prasetya.
Polemik kian panas ketika Riang Prasetya mempersoalkan anggota DPR dari Fraksi PDIP Darmadi Durianto dan anggota DPRD DKI Jakarta Gani Suwondo Lie berkunjung ke lokasi pembongkaran.
Sedangkan, berdasarkan pantauan wartawan saat pembongkaran, puluhan warga dan pemilik ruko terlihat berkumpul di lokasi blok Z 4 Utara. Dengan membawa spanduk, para warga kemudian berjalan kaki mendatangi ruko yang juga menjadi kediaman ketua RT.
Satu per satu pemilik ruko dan karyawan terlihat di depan rumah ketua RT dan membentangkan spanduk berukuran sekitar 1 X 3 meter persegi dengan berbagai tulisan dan kalimat, seperti:
'Dicari, Riang Prasetya Hilang Karena Tidak Mau Bermusyawarah'
'Kami pemilik UMKM dan Karyawan, sudah berdagang di sini sejak 2003 sebelum Riang Prasetya menjabat RT, Jangan Bersembunyi, Keluarlah Berdialog Dengan Warga dan Karyawan'
Baca juga: Tuntut Balik Ketua RT, Pemilik Ruko Mewah di Pluit Minta Ganti Rugi Ratusan Juta
'Lagi Kurang Proyek Yah Pak RT, Sampai Tugas Lurah, Camat, Walikota dan Gubernur diambil semua, Jangan Serakah Jabatan Anda Hanya RT.
Adapun aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh para warga atau pemilik ruko dan karyawan toko lantaran menganggap Ketua RT Riang Prasetya menjadi dalang atau penyebab permasalahan ini yang telah melaporkan adanya penyerobotan.
"Saya terus mendukung langkah semua pihak, termasuk RT untuk menegakkan kawasan niaga yang aman dan nyaman. Tentunya semua bangunan harus sesuai dengan peruntukan dan zonasi yang telah ditetapkan pemerintah," ucap Heru dalam keterangan, Selasa (30/5/2023).
Baca juga: Nasib Ketua RT Pluit Didemo Pemilik Ruko yang Dibongkar, Heru Budi: Itu Urusan Dia
Pembongkaran ruko yang dilakukan pada Rabu 24 Mei 2023, kata dia, hal tersebut dilakukan guna mengembalikan kawasan sesuai dengan fungsi dan ketentuan zonasi, yakni saluran air dan jalan. Ia berharap, polemik antara pemilik ruko dengan ketua RT bisa secepatnya terselesaikan secara baik.
“Saya berharap semua pihak selalu menjaga komunikasi yang baik. Utamakan rembuk warga di tingkat kelurahan,” kata Heru.
Diketahui, polemik berawal dari pembongkaran paksa puluhan ruko di Jalan Niaga karena dituding mencaplok lahan saluran air dan pedestrian. Pembongkaran ini berasal dari laporan warga yang diwakili oleh Ketua RT 011 RW 03 Riang Prasetya.
Polemik kian panas ketika Riang Prasetya mempersoalkan anggota DPR dari Fraksi PDIP Darmadi Durianto dan anggota DPRD DKI Jakarta Gani Suwondo Lie berkunjung ke lokasi pembongkaran.
Sedangkan, berdasarkan pantauan wartawan saat pembongkaran, puluhan warga dan pemilik ruko terlihat berkumpul di lokasi blok Z 4 Utara. Dengan membawa spanduk, para warga kemudian berjalan kaki mendatangi ruko yang juga menjadi kediaman ketua RT.
Satu per satu pemilik ruko dan karyawan terlihat di depan rumah ketua RT dan membentangkan spanduk berukuran sekitar 1 X 3 meter persegi dengan berbagai tulisan dan kalimat, seperti:
'Dicari, Riang Prasetya Hilang Karena Tidak Mau Bermusyawarah'
'Kami pemilik UMKM dan Karyawan, sudah berdagang di sini sejak 2003 sebelum Riang Prasetya menjabat RT, Jangan Bersembunyi, Keluarlah Berdialog Dengan Warga dan Karyawan'
Baca juga: Tuntut Balik Ketua RT, Pemilik Ruko Mewah di Pluit Minta Ganti Rugi Ratusan Juta
'Lagi Kurang Proyek Yah Pak RT, Sampai Tugas Lurah, Camat, Walikota dan Gubernur diambil semua, Jangan Serakah Jabatan Anda Hanya RT.
Adapun aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh para warga atau pemilik ruko dan karyawan toko lantaran menganggap Ketua RT Riang Prasetya menjadi dalang atau penyebab permasalahan ini yang telah melaporkan adanya penyerobotan.
(mhd)
Lihat Juga :