alexametrics

Terlantar, Gajah di Kebun Binatang Bandung Temui Ajal

loading...
Terlantar, Gajah di Kebun Binatang Bandung Temui Ajal
Gajah di Kebun Binatang Bandung yang sempat dijenguk Ridwan Kamil karena sakit akhirnya mati.(dok.Sindonews)
A+ A-
BANDUNG - Gajah Sumatera bernama Yani yang merupakan koleksi Kebun Binatang Bandung menemui ajal. Gajah berusia 40 tahun yang diketahui sakit sejak 3 Mei 2016, dinyatakan tewas Rabu (11/5/2016) malam.

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSA) Jawa Barat Sylvana Ratina membenarkan kematian Yani. Pihaknya pun sudah melakukan pengecekan ke lokasi.

"Untuk sementara ini dibuat berita acara kematian," kata Sylvana di Kebun Binatang Bandung.



Setelah membuat berita acara kematian, pihaknya akan melakukan investigasi dan autopsi terhadap mayat gajah tersebut. Hal itu bertujuan untuk mengungkap penyebab Yani meninggal.

"Nanti akan ketahuan hasilnya seperti apa," ungkap Sylvana.

Saat ini, bangkai gajah tersebut di tempatkan di salah satu lokasi di Kebun Binatang Bandung. Bangkai sengaja diletakkan cukup jauh dari satwa lain karena dikhawatirkan terdapat virus berbahaya di lokasi dan menular pada binatang lain.

Sementara selain tim dari BKSDA, tim dari Taman Safari Indonesia juga datang ke lokasi. Semula, mereka ingin mengecek secara langsung kondisi Yani. Tapi kedatangan mereka berakhir sia-sia karena Yani keburu meninggal.

"Tadi dari pihak Taman Safari datang. Tapi keadaannya sudah begini. Padahal pihak mereka yang paling mengerti tentang gajah," tandas Sylvana.

Kondisi Yani sendiri cukup memprihatinkan. Tubuh gempalnya menjadi kurus. Sebelum meninggal, Yani bahkan sudah tidak bisa berdiri dan tak bernafsu lagi untuk makan.

Hal itu mengundang keprihatinan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang datang ke lokasi siang tadi. Pria yang akrab disapa Emil itu mengaku kesal dan greget melihat kondisi Yani.
(nag)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak