Tradisi Lebaran Betawi Mulai dari Parade Budaya, Main Bledugan, hingga Tuker Rantang
Senin, 22 Mei 2023 - 16:43 WIB
loading...
Lebaran Betawi 2023 usai digelar di Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (20/5/2023) dan Minggu (21/5/2023). Berbagai acara yang menghibur disajikan untuk masyarakat. Foto: Dok MPI
A
A
A
JAKARTA - Lebaran Betawi 2023 usai digelar di Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (20/5/2023) dan Minggu (21/5/2023). Berbagai acara yang menghibur disajikan untuk masyarakat luas.
Acara yang ditampilkan yakni pawai bedug, seni tanjidor, samrah, dan gambang kromong. Kemudian, keroncong Betawi hingga penampilan grup Kerontjong Toegoe yang legendaris memainkan lagu lawas Indonesia.
Pada malamnya dihadirkan pemutaran film layar tancep. Bioskop misbar ini unik karena sudah langka di masyarakat.
Baca juga: Hari Kedua Lebaran Betawi 2023, Monas Diserbu Ribuan Warga
Pada hari kedua, pertunjukan dibuka dengan tradisi palang pintu. Dilanjutkan parade budaya Betawi meliputi ondel-ondel, rombongan penari dan pesilat, serta ditutup penampilan Lenong Betawi.
Budaya berlebaran ini untuk menjalin dan memperkuat tali silaturahmi. Dikutip dari dinaskebudayaan.jakarta.go.id, Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi periode 2008-2012 Amarullah Asbah yang akrab disapa Bang Uwo menggagas ide membuat Lebaran Betawi.
“Gagasan itu dibentuk sebagai sarana silaturahmi antarwarga Betawi yang tidak hanya tinggal di Jakarta saja melainkan juga di wilayah lain. Praktiknya, kegiatan tidak hanya untuk warga Betawi, tapi juga terbuka untuk khalayak luas,” ujar Bang Uwo.
Acara yang ditampilkan yakni pawai bedug, seni tanjidor, samrah, dan gambang kromong. Kemudian, keroncong Betawi hingga penampilan grup Kerontjong Toegoe yang legendaris memainkan lagu lawas Indonesia.
Pada malamnya dihadirkan pemutaran film layar tancep. Bioskop misbar ini unik karena sudah langka di masyarakat.
Baca juga: Hari Kedua Lebaran Betawi 2023, Monas Diserbu Ribuan Warga
Pada hari kedua, pertunjukan dibuka dengan tradisi palang pintu. Dilanjutkan parade budaya Betawi meliputi ondel-ondel, rombongan penari dan pesilat, serta ditutup penampilan Lenong Betawi.
Budaya berlebaran ini untuk menjalin dan memperkuat tali silaturahmi. Dikutip dari dinaskebudayaan.jakarta.go.id, Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi periode 2008-2012 Amarullah Asbah yang akrab disapa Bang Uwo menggagas ide membuat Lebaran Betawi.
“Gagasan itu dibentuk sebagai sarana silaturahmi antarwarga Betawi yang tidak hanya tinggal di Jakarta saja melainkan juga di wilayah lain. Praktiknya, kegiatan tidak hanya untuk warga Betawi, tapi juga terbuka untuk khalayak luas,” ujar Bang Uwo.
Lihat Juga :