alexa snippet

Marinir yang Tewas di Pinggir Jalan Ternyata Korban Pembunuhan

Marinir yang Tewas di Pinggir Jalan Ternyata Korban Pembunuhan
(ilustrasi.Sindonews)
A+ A-
KEDIRI - Polresta Kediri akhirnya memastikan anggota marinir Kompi H Batalyon Infanteri 5 Surabaya Koptu Yudha yang ditemukan tewas di pinggir jalan raya Desa Damarwulan, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri sebagai korban pembunuhan. Polisi telah meringkus empat orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

"Keempat orang berinisial P,S, R dan A. Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan satu orang masih diperiksa sebagai saksi," ujar Kasatreskrim Polres Kediri AKP M Aldy Sulaeman usai melakukan reka ulang di Mapolres Kediri Senin 25 April 2016.

Kendati demikian polisi enggan menyebutkan alamat para pelaku secara detail. Begitu juga dengan reka ulang yang berlangsung di lapangan tenis Mapolres Kediri juga berjalan semi tertutup.

Para awak media massa hanya diperbolehkan mengambil gambar dari luar lapangan yang tertutup kawat. Dari jarak sekitar 100 meter tampak para pelaku mengenakan penutup kepala.

Sejumlah petugas kepolisian tampak berjaga dengan senjata api laras panjang. Di setiap sudut pintu keluar masuk lapangan dua orang petugas bersiaga.

Diantara aparat kepolisian terlihat Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Benny Nugroho. Tampak juga seorang petugas berseragam dinas TNI Angkatan Laut.

Para pelaku tampak melakukan sejumlah adegan di sekitar mobil Suzuki Katana putih Nopol AG 831 DQ dengan gerobak yang mengusung dua motor trail Kawasaki KLX.

Mesin roda empat itu dalam keadaan hidup saat saksi pertama kali menemukan jasad Yudha.

Menurut Aldy mobil dan dua unit trail itu bukan milik korban yang merupakan warga Desa/Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. "Sedangkan reka ulang ini mempraktekkan 18 adegan," terang Aldy.

Aldy menegaskan bahwa para pelaku dan korban tidak saling kenal. Pelaku menghabisi korban dengan sebuah alat yang mengakibatkan luka serius pada belakang kepala.
Anehnya, mereka hanya membawa kabur satu unit ponsel, topi dan uang tunai milik korban.

Sementara mobil Katana dan dua unit motor trail ditinggalkan begitu saja. Dari ponsel yang dijual ke pihak ketiga, kata Aldy polisi berhasil melacak sekaligus meringkus pelaku.

"Karenanya saat ini kita masih melakukan penyidikan terkait motif aksi kejahatan ini. Saat ini sudah ada sebanyak 15 saksi yang kita periksa," jelas Aldy.

Dikatakan, pihaknya tidak akan mengembangkan penyelidikan terkait adanya kabar bahwa kematian korban diduga terkait profesi sambilanya sebagai debt collector.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top