Pelajar dan Mahasiswi Jadi Pasien Aborsi, Polisi Didesak Bongkar Jaringan Dokter Arik
Selasa, 16 Mei 2023 - 19:08 WIB
loading...
Praktik aborsi ilegal di Bali oleh dokter Ketut Arik Wijantara (53) benar-benar mengerikan. Dari 1.338 pasiennya, sebagian besar adalah mahasiswi dan pelajar. Foto/SINDOnews/Miftahul Chusna
A
A
A
DENPASAR - Praktik aborsi ilegal di Bali oleh dokter Ketut Arik Wijantara (53) benar-benar mengerikan. Dari 1.338 pasiennya, sebagian besar adalah mahasiswi dan pelajar.
"Pasiennya mayoritas anak muda usia produktif. Ada pelajar, mahasiswi dan sudah bekerja tapi belum menikah," kata Wadireskrimsus Polda Bali, AKBP Ranefli Dian Candra, Selasa (16/5/2023).
Baca juga: Mengerikan, Dokter Gigi di Bali Sudah Aborsi 1.338 Janin Selama 3 Tahun
Dia mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, Arik merupakan dokter gigi dan tidak tercatat di Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dia juga tidak punya keahlian melakukan aborsi.
Praktik aborsi dilakukan dari belajar secara otodidak. Peralatan aborsi dibeli secara online oleh dokter yang telah dua kali dipenjara dalam kasus serupa pada 2006 dan 2009 ini.
Dokter Arik lalu mulai membuka praktik aborsi kembali pada April 2020.
"Pasiennya mayoritas anak muda usia produktif. Ada pelajar, mahasiswi dan sudah bekerja tapi belum menikah," kata Wadireskrimsus Polda Bali, AKBP Ranefli Dian Candra, Selasa (16/5/2023).
Baca juga: Mengerikan, Dokter Gigi di Bali Sudah Aborsi 1.338 Janin Selama 3 Tahun
Dia mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, Arik merupakan dokter gigi dan tidak tercatat di Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dia juga tidak punya keahlian melakukan aborsi.
Praktik aborsi dilakukan dari belajar secara otodidak. Peralatan aborsi dibeli secara online oleh dokter yang telah dua kali dipenjara dalam kasus serupa pada 2006 dan 2009 ini.
Dokter Arik lalu mulai membuka praktik aborsi kembali pada April 2020.
Lihat Juga :