alexametrics

Bule asal Bulgaria Bobol Mesin ATM BNI di Bali

loading...
Bule asal Bulgaria Bobol Mesin ATM BNI di Bali
Bule Bulgaria membobol ATM di Bali (foto:Istimewa/Sukis-Sindonews)
A+ A-
DENPASAR - Warga Negara Asing (WNA) di Bali kini tidak hanya berwisata, mereka juga bertindak kriminal. Seperti halnya bule asal Bulgaria bernama Yanko Ivanov (39) yang harus masuk penjara lantaran membobol mesin ATM.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Nainggolan mengatakan, tersangka ditangkap pada Minggu 27 Maret 2016, sekira pukul 20.00 Wita, di ATM BNI Hardys, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung.

Tersangka ditangkap karena adanya laporan pegawai BNI yang melihak aksi pelaku membobol ATM dan terekam kamera CCTV.



"Sebelum tersangka dilaporkan ke polisi oleh pihak Bank BNI ada warga yang melapor kepada pihak bank. Dari sana pihak bank mengkroscek CCTV mereka, dan ternyata benar ada yang mencurigakan," ungkapnya di Denpasar, Selasa (5/3/2016).

Dalam CCTV terekam tersangka melepas scimming angka-angka di mesin ATM yang biasa dipakai nasabah untuk memasukan nomor PIN saat melakukan transaksi.

Setelah itu, pelaku memasang alat perekam di bawah talang angka-angka tersebut. Sehingga ketika nasabah menekan nomor PIN terekam oleh kamera yang telah dipasang pelaku.

"Tersangka kami tangkap di ATM BNI di Nusa Dua. Saat ditangkap dia tidak melakukan perlawanan. Saat kami tangkap tersangka ternyata benar ada benda-benda mengarah dia bukan bule biasa yang akan mengambil uang," ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu buah roter beserta kabel, satu buah kanopi keypad mesin ATM diduga ada alat penyimpan data, satu buah I Phone, kartu visa, satu buah keypad polos, satu buah tas pinggan loreng, dan pasport.

"Petugas juga menyita beberapa lembar uang Indonesia dan mata uang dolar. Kasus ini masih kami kembangkan lagi. Kemungkinan dia tidak bekerja sendiri," pungkasnya.
(san)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak