Pantau Titik Longsor dari Udara, Bupati Indah Cari Penyebab Banjir Bandang

Rabu, 22 Juli 2020 - 11:14 WIB
loading...
Pantau Titik Longsor...
BBupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, melakukan pemantauan udara untuk melihat kondisi hulu sungai yang merupakan salah satu faktor penyebab banjir bandang yang menerjang 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara. Foto : Istimewa
A A A
MAKASSAR - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, melakukan pemantauan udara untuk melihat kondisi hulu sungai yang merupakan salah satu faktor penyebab banjir bandang yang menerjang 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara. Baca : Gugus Tugas Lutra Imbau Warga Tetap Ikuti Protokol Kesehatan di Lokasi Bencana

Tidak sendiri, Indah bersama Komandan Korem dari Kodam XIV Hasanuddin, Brigjen TNI Firman Dahlan, perwakilan BNPB, dan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Utara.

Berdasarkan analisis sementara pantauan udara, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Utara, sekaligus anggota Ikatan Alumni Geologi Unhas, Ahmad, mengatakan, terdapat dua longsoran besar yang diakibatkan oleh adanya proses geologi di dalam kawasan hutan lindung di pegunungan Lero dan Magandang.

"Ini berdasarkan pantauan udara dan hasil analisa sementara dimana banjir bandang kemarin masuk sebagai bencana geologi yang diakibatkan oleh proses alamiah. Dimana ada 2 longsoran besar di Pegunungan Lero dan Magandang . Longsor Buttu Lero mengarah ke hulu sungai Radda di Desa Meli dan Desa Radda sedangkan Longsoran di Buttu Magandang mengarah ke Sungai Salu Kula melalui anak-anak sungainya. Sungai ini terletak dan mengalir melalui Deaa Maipi. Aliran saat banjir bandang membawa sedimen ke dua sungai tersebut(Sungai Radda dan Sungai Masamba)," papar Ahmad usai melakukan pemantauan bersama Bupat, di Bandara Andi Djemma Masamba.

Ia menambahkan, curah hujan menjadi faktor pendorong yang mengakibatkan sedimen yang sebelumnya telah tertumpuk di hulu sungai, terbawa air disaat intensitas hujan sedang tinggi seperti yang berlangsung di Luwu Utara sampai hari ini. Baca Juga : 220 Relawan PMI Dikerahkan ke Lokasi Bencana Banjir Bandang Luwu Utara

"Jadi sedimen yang terbawa dari longsoran mengarah ke badan sungai. Badan sungai yang kecil tidak mampu menampung volume sedimen yang besar sehingga saat curah hujan tinggi, sedimen menjadi terbawa saat banjir melanda. Sedimen yang jatuh jenisnya pasir yang berasal dari batu granit di pegunungan serta lumpur yang juga ikut terbawa," imbuhnya.

Meski demikian, Ahmad menjelaskan jika faktor utama penyebab banjir bandang dan jumlah titik longsoran masih harus melalui kajian lebih lanjut. Dirinya pun berharap masyarakat yang bermukim di bantaran sungai untuk sementara tidak kembali ke hunian hingga BMKG menyatakan kondisi cuaca kondusif. Baca Lagi : Gayung Bersambut, Ditjen Perumahan Turun Assesment Rumah Terdampak Bencana
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kaposwil Safrizal: 480...
Kaposwil Safrizal: 480 Lokasi Terdampak Lumpur Banjir di Aceh Sudah Dibersihkan
Ratusan Keluarga Korban...
Ratusan Keluarga Korban Banjir Bandang di Aceh dan Sumut Terima Bantuan Pangan
Satgas Rehab-Rekon Aceh...
Satgas Rehab-Rekon Aceh Ajak Warga Bersihkan Daerah Bencana lewat Padat Karya Tunai
Mendagri: 38 Daerah...
Mendagri: 38 Daerah Bangkit dari Bencana Sumatera, 11 Wilayah Masih Butuh Perhatian
Bantu Korban Bencana...
Bantu Korban Bencana Sumatera, Tokio Marine Group Donasikan USD50.000 kepada PMI
Satgas PRR Serahkan...
Satgas PRR Serahkan Bantuan Presiden untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Pidie
25.000 Paket Se’i...
25.000 Paket Se’i Ayam Disalurkan untuk Warga Pascabanjir di Aceh
Mensesneg Pastikan Dalami...
Mensesneg Pastikan Dalami Dugaan Penebangan Hutan Picu Banjir di Guci Tegal
Banjir Bandang Tapanuli...
Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Kayu Gelondongan Menumpuk di Sungai
Rekomendasi
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved