alexametrics

Waduh, JIAD Sebut Pengakuan Jari sebagai Nabi Kebebasan Berekspresi

loading...
Waduh, JIAD Sebut Pengakuan Jari sebagai Nabi Kebebasan Berekspresi
Jaringan Islam Anti Diskriminatif menyebut pengakuan Jari sebagai Nabi Isa adalah bagin dari kebebasan berekpresi.(dok.Sindonews)
A+ A-
SURABAYA - Presidium Jaringan Islam Anti Diskriminatif (JIAD) Aan Anshori menyebutkan pengakuan Jari (40) sebagai Nabi Isa adalah bagian dari kebebasan berkepresi.

"Bahwa siapa pun dilindungi oleh undang-Undang untuk menyatakan ekspresi maupun pendapatnya, termasuk mengklaim dirinya sebagai penerus atau bahkan titisan dari siapapun. Salah satunya adalah Pak Jari yang mengaku mendapat wahyu dari Tuhan sebagai Isa Habibullah atau Isa Kekasih Allah," kata Aan, Jumat (19/2/2016).

Aan juga mengatakan, pengakusn Jari sebagai Nabi Isa memang cukup menghentakkan publik. Hal itu juga karena akses informasi saat ini dapat diakses dan cepat meluas.



Namun demikian perlu disikapi dengan bijak dan dewasa oleh pihak lain. Dan Akan sangat tidak elok bagi siapapun untuk mengumbar statement provokatif maupun ujaran kebencian yang pada akhirnya dapat memicu kesalahpahaman dan berakibat benturan di akar rumput.

"Saya percaya warga Jombang sudah sangat dewasa dan kaya pengalaman mengenai hal ini. Salah satu contoh yang bisa disebut adalah betapa matang dan terpujinya respon warga Jombang pada fenomena Ponari beberapa tahun lalu. Mereka tidak menggunakan kekerasan dalam meresponnya. Justru, sebaliknya, menghormati pilihan Ponari dan orang-orang yang percaya padanya," jelasnya.

Upaya dialog ala Jombangan yang egaliter dan tanpa prasangka merupakan modal sosial yang bisa dikembangkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

JIAD mengajak warga Jombang untuk justru tetap merangkul siapa pun yg berbeda pendapat dalam masalah ini.

"Jika ajaran Pak Jari dianggap tidak cocok dengan pandangan warga, mereka tidak perlu mengikutinya. Pun, begitu juga sebaliknya. Negara maupun ormas keagamaan tidak perlu melakukan upaya-upaya berlebihan yang justru malah bisa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu," pungkas Aan.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak