Kenduri Idulfitri, Tradisi yang Terus Dijaga Warga Batu Limau Karimun

Minggu, 23 April 2023 - 11:45 WIB
loading...
Kenduri Idulfitri, Tradisi...
Warga Desa Batu Limau, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), menggelar tradisi kenduri Idulfitri 1 Syawal 1444 H. Foto/Antara
A A A
TANJUNGPINANG - Lantunan doa dan pembacaan Al-Qur'an dengan penuh khusyuk dipanjatkan, dan diikuti oleh belasan orang yang berkumpul di dalam rumah. Usai doa-doa dipanjatkan, para warga yang diundangan atau juga disebut jemputan dipersilahkan menyantap hidangan yang disuguhkan.

Baca juga: Madina Gempar! Puluhan Makam Dirusak Orang Tak Dikenal

Hidangan yang disuguhkan sangat khas, yakni ketupat, lauk rendang, dan kue-kue yang disusun dalam satu hidangan menggunakan nampan besar. Setiap hidangan dapat disantap empat sampai lima orang. Mereka duduk melingkar dan makan bersama.



Tradisi kenduri Idulfitri, masih terus dijaga oleh warga Desa Batu Limau, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Mereka akan selalu menggelar tradisi tersebut, setiap perayaan Idulfitri.

Baca juga: 7 Gempa Bumi di Jalur Megathrust Mengguncang Perairan Barat Sumatera

Acara kenduri Idulfitri ini, sudah diwariskan secara turun-temurun dari para pendahulu mereka. "Ini rutin dilakukan warga Batu Limau. Kenduri biasa digelar sejak memasuki akhir bulan Ramadan, hingga usai salat Idulfitri sampai selesai," kata seorang warga Batu Limau, Sudir.

Sudir menjelaskan, kenduri atau yang dikenal acara selamatan sudah menjadi tradisi bagi penduduk sekitar, dan masih dilestarikan sampai saat ini. Umumnya, digelar pada peringatan hari-hari besar keagamaan Islam, seperti Ramadan hingga Idulfitri.

Kenduri dilakukan secara bergantian, dari satu rumah ke rumah warga. Memang tidak semua yang melaksanakannya, karena menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Tapi sebagian besar masyarakat Batu Limau, menggelar kegiatan selamatan tersebut.

Baca juga: Jepara Gempar! Buruh Pabrik Berhijab Gelar Pesta Miras Bersama TKA saat Buka Puasa

Kenduri, kata dia, adalah salah satu wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dan rahmat yang diberikan Allah SWT, selain rasa gembira menyambut kedatangan bulan Syawal. Dalam praktiknya, kenduri di rumah-rumah warga dihadiri belasan hingga puluhan orang atau jemputan.

Mereka bersama-sama membacakan doa yang terkandung dalam ayat suci Al-Quran, dengan dipandu seorang juru doa atau disebut modin. "Doa-doa yang dibacakan bertujuan menolak segala bala atau musimbah, termasuk bacaan doa arwah untuk keluarga atau sanak saudara dari tuan rumah yang punya hajatan kenduri," kata Sudir.

Usai doa dibacakan, tuan rumah lantas menjamu jemputan yang hadir ke rumahnya dengan aneka hidangan. Nasi ketupat, dan lauk rendang, acap kali menjadi hidangan utama saat kenduri Idulfitri.

Baca juga: Detik-detik Brimob Tembak Jatuh Drone di Kawasan Masjid Keraton Yogyakarta

Hidangan utama itu, juga akan disandingkan dengan kue-kue yang disusun dalam satu nampan besar. Setiap hidangan dapat disantap empat sampai lima orang. "Kenduri bisa meningkatkan tali silaturahmi, serta merajut kebersamaan dan kekompakan antarwarga," ucap Sudir.

Sementara, salah seorang warga Batu Limau lainnya, Azli, mengatakan rumahnya ikut mengadakan hajatan kenduri setelah salat Idulfitri 1 Syawal 1444 H. Ia dan keluarga rutin melaksanakan kenduri Idulfitri setiap tahun, khususnya pada pagi hari usai salat Idulfitri.

"Setiap tahun kita gelar kenduri Idulfitri, sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang Allah SWT anugerahkan. Salah satunya dipertemukan dengan bulan Syawal yang mulia tahun ini," ucap Azli.

Di Kepri, secara umum tradisi kenduri Idulfitri masih tetap terjaga sampai hari ini. Hampir semua kabupaten atau kota di tanah Melayu itu, giat melestarikan acara kenduri dengan berbagai aneka jenisnya, mulai dari kenduri doa selamat, tahlil, pindah rumah, dan bertunangan.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kukuhkan Pengda HDCI...
Kukuhkan Pengda HDCI Kepri, Sahroni Minta Perbanyak Aksi Sosial di Masyarakat
Ketua DPRD Kepri Naik...
Ketua DPRD Kepri Naik Moge Tanpa Helm dan SIM, Majelis Kehormatan Gerindra Beri Teguran Tertulis
Tol Cipali Lancar pada...
Tol Cipali Lancar pada H+8 Lebaran, Rest Area Mulai Lengang
Arus Balik Lebaran 2026,...
Arus Balik Lebaran 2026, 2.257 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, 18.203 Penumpang Tiba di Stasiun Pasar Senen
Puncak Arus Balik Lebaran...
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, 142.288 Orang dan 37.634 Menyeberang ke Pulau Jawa
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Pergerakan Kapal Perang...
Pergerakan Kapal Perang Asing di Selat Malaka Meningkat, Asintel Panglima TNI Kumpulkan Dansat dan Intelijen di Kepri
Rekomendasi
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Berita Terkini
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved