alexametrics

Pemugaran Candi Perwara Ditunda

loading...
Pemugaran Candi Perwara Ditunda
Arkeolog BPCB Yogyakarta sedang menunjukkan bebatuan Candi Perwara yang akan dipugar. (Dok/KORAN SINDO)
A+ A-
YOGYAKARTA - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta belum memastikan memugar Candi Perwara di Kompleks Candi Prambanan pada tahun ini. Rencananya, selama 2016 ini baru akan dilakukan registrasi bebatuan yang berserakan.

Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti mengatakan, selama setahun ke depan pihaknya akan melakukan studi terlebih dahulu terhadap bebatuan Candi Perwara. "Tahun ini belum melanjutkan pemugaran," katanya, Sabtu (16/1/2016).

Sebab, menurutnya, batu-batu yang masih berantakan tersebut belum tentu juga merupakan bagian dari Candi Perwara. Selain itu, pihaknya juga perlu memastikan utuh tidaknya batu itu sehingga memang layak untuk dipugar.



Setelah itu, pada 2017 dilanjutkan pemugarannya. Entah itu satu atau bahkan dua unit candi. "Tahun depan memugar untuk batu yang ada."

Pemugaran Candi Perwara sebenarnya dimulai pada 2015 lalu. Sebelumnya ditargetkan, setiap tahunnya satu candi berdiri. "Sebelumnya sudah ada dua unit yang berdiri. Kemudian tahun 2015 kemarin, kita sudah mendirikan satu unit," ujarnya.

Jika target tersebut bisa diselesaikan, akan menghabiskan waktu selama 221 tahun. Sama dengan jumlah Perwara yang belum berdiri. "Ya lebih dari dua abad, kalau bisa selesai," katanya.

Sementara, Kepala BPCB Yogyakarta Tri Hartono sebelumnya mengungkapkan bebatuan Candi Perwara di Kompleks Candi Prambanan tersebut memang banyak yang hilang. Bahkan kemungkinan, seluruh candi tidak bisa dipugar karena tak layak. "Kan masih berserakan timbunannya," katanya.

Banyaknya bebatuan candi yang hilang tersebut karena pada zaman dahulu sering digunakan untuk upeti atau hadiah. Selain itu juga dipakai untuk bahan bangunan.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak