Dukung Ganjar, Kaukus Perempuan Muslim Hadirkan Pendidikan Politik
Senin, 17 April 2023 - 19:46 WIB
loading...
Kaukus Perempuan Muslim Jakarta mendukung Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024 di Ragunan, Pasar Minggu, Jaksel, (Minggu (16/4/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kaukus Perempuan Muslim Jakarta mendukung Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024. Mereka juga diskusi tentang pendidikan politik yang baik dan bertanggung jawab dalam memajukan Indonesia.
Ketua relawan Kaukus Perempuan Muslim Jakarta, Evi Silvinia mengatakan, kaum hawa mempunyai hak yang sama untuk ikut berkecimprung dalam dunia politik. Terutama menentukan pilihan di Pilpres 2024 .
"Deklarasi itu seperti terikat. Jadi kami serius untuk membangun Indonesia ke depan karena sebagai tanggung jawab kami semua memilih presiden yang terbaik untuk Indonesia," kata Evi usai kegiatan di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (16/4/2023). Baca juga: Riwayat Pendidikan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah Alumni UGM dan UI
Evi menjelaskan, pihaknya akan fokus pada pendidikan perempuan. Tujuannya agar mereka tidak terbawa arus pergolakan politik yang kurang baik.
Termasuk tetap bersatu dalam bingkai persaudaraan meskipun berbeda pilihan politik. "Kami memilih berbeda, tetapi tetap bersatu," imbuhnya.
Ketua relawan Kaukus Perempuan Muslim Jakarta, Evi Silvinia mengatakan, kaum hawa mempunyai hak yang sama untuk ikut berkecimprung dalam dunia politik. Terutama menentukan pilihan di Pilpres 2024 .
"Deklarasi itu seperti terikat. Jadi kami serius untuk membangun Indonesia ke depan karena sebagai tanggung jawab kami semua memilih presiden yang terbaik untuk Indonesia," kata Evi usai kegiatan di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (16/4/2023). Baca juga: Riwayat Pendidikan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah Alumni UGM dan UI
Evi menjelaskan, pihaknya akan fokus pada pendidikan perempuan. Tujuannya agar mereka tidak terbawa arus pergolakan politik yang kurang baik.
Termasuk tetap bersatu dalam bingkai persaudaraan meskipun berbeda pilihan politik. "Kami memilih berbeda, tetapi tetap bersatu," imbuhnya.
Lihat Juga :