alexa snippet

Cerita Pagi

Ben Anderson dan Kudeta Militer 1 Oktober 1965

Hal itu berarti bahwa setelah tim dokter bekerja, laporan hasi autopsi segera disampaikan kepadanya. Tim dokter melaporkan bahwa jenderal-jenderal yang mati itu karena diberondong dan ada sebagian yang badannya rusak karena dilempar dalam sumur.

"Tapi dua hari setelah itu Ali Murtopo bikin keterangan di televisi dan di koran bahwa betapa kejamnya PKI sehingga kemaluan si jenderal dipotong, matanya dicongkel, dan sebagainya. Mereka tahu betul bahwa itu bohong!" kata Ben Anderson.

Temuan dokumen-dokumen yang mengejutkan itu semakin meneguhkan pendirian Ben Anderson dan Ruth Mcvey tentang analisa awal mereka bahwa PKI tidak terlibat secara langsung dalam G30S, dan ada upaya untuk menghancurkan PKI secara sistematis.

Saat laporan Ben Anderson tentang hasil autopsi kembali dibuka ke publik, reaksi Jakarta semakin marah. Keputusan untuk melarang Ben Anderson datang ke Indonesia pun akhirnya dikeluarkan. Pada 1972, secara resmi Ben Anderson dicekal Soeharto.

Setelah Soeharto lengser, pada Desember 1998 Ben Anderson kembali menginjakkan kakinya di Indonesia. Saat itu Ben terlihat sangat senang. Tampak pada wajahnya suatu kerinduan yang mendalam bagai terpisah dari Tanah Kelahiran sendiri.

Ben Anderson memang dikenal sebagai peneliti asing yang sangat mencintai Indonesia dengan seluruh kehidupan yang ada di dalamnya. Sejak kunjungannya yang pertama kali lagi itu, dia terus melakukan kunjungan rutinnya ke Indonesia.

Dalam setahun, sedikitnya dua kali Ben Anderson datang ke Indonesia. Terakhir, Ben Anderson datang ke Indonesia untuk menghadiri acara diskusi tentang buku terbarunya yang berjudul Di Bawah Tiga Bendera, diterbitkan oleh Marjin Kiri.

Beberapa hari kemudian, Anderson meninggal pada Minggu 12 Desember 2015, di Batu, Malang, Jawa Timur, dalam usia 79 tahun. Sampai di sini ulasan singkat Cerita Pagi mengenang wafatnya Ben Anderson diakhiri. Semoga memberikan bermanfaat.

Sumber Tulisan
*Salim Haji Said, Gestapu 65, Mizan, 2015.
*Pambudi, Supersemar Palsu, Kesaksian Tiga Jenderal, Media Pressindo, 2007.
*Ben Anderson: Politisi Indonesia Main Duit, dikutip dalam wawancara Tamu Kita, Majalah D&R, No31/XXX/15-20 Maret 1999.
*Profesor Ben Anderson tentang G30S, dikutip dalam laman Arus Bawah arusbawah20.wordpress.com.
*Joss Wibisono, Cornell Paper: Penentang Pertama G30S versi Soeharto, seperti dikutip dalam http://archief.wereldomroep.nl.
*Ben Anderson, Tentang Matinya Para Jendral, dikutip dalam laman newhistorian.wordpress.com.

PILIHAN

Menyingkap Rahasia Pembantaian Massal 1965-1966
Kenapa Soeharto Tidak Mencegah G30S 1965?
Kesaksian Siauw Giok Tjhan dalam Gestapu 1965
Kebohongan Tari Harum Bunga Gerwani di Lubangbuaya
(san)
halaman ke-3 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top