Bantuan Rp171 Miliar hanya Cukup Bayar Uang Pangkal Siswa

Senin, 20 Juli 2020 - 15:46 WIB
loading...
Bantuan Rp171 Miliar...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Rencana Pemprov DKI Jakarta membantu peserta didik yang tidak mampu dengan menyiapkan anggaran Rp171 miliar dinilai hanya cukup untuk uang pangkal. Idealnya, siswa tidak mampu harus mendapatkan pendidikan gratis.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengatakan, siswa di Jakarta tidak hanya berada di sekolah negeri saja tetapi ada di swasta. Untuk itu dia mengapresiasi rencana Pemprov DKI Jakarta yang menyiapkan anggaran Rp171 miliar untuk seluruh siswa tidak mampu.

Namun, kata Zita, apabila dilihat rincian Rp171 miliar itu, hanya cukup untuk uang pangkal saja. Sementara ada biaya gedung yang juga membebankan siswa. (Baca juga: DKI Siapkan Rp171 Miliar untuk Bantu Siswa Tak Mampu)

"Yang besar itu uang gedungnya. Harusnya dibantu semuanya, jangan hanya uang pangkal. Kalau Pemprov dengar suara rakyat di bawah, semuanya teriak minta digratiskan masuk sekolah swastanya, bukan hanya uang pangkal. Saya dan kawan-kawan DPRD akan kawal rencana dana Rp171 miliar untuk sekolah gratis," kata Zita dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7/2020).

Zita menjelaskan, seharusnya tidak ada alasan pemerintah tidak bisa bantu menggratiskan pendidikan siswa tidak mampu. Di daerah lain sekolah swasta digratiskan, salah satunya Brebes, Jawa Tengah.

Apalagi, lanjut Zita, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta hingga puluhan triliun. Dia meminta Pemprov DKI Jakarta memaksimalkan program kerja sama dengan pihak swasta untuk biaya pendidikan siswa yang terkena dampak Covid-19.

"Kita punya APBD puluhan triliun, ini masuk di APBD Perubahan, sumber paling aman dari BTT (Bantuan Tak Terduga). Kalau kita mau, pasti bisa untuk itu," tukasnya. (Baca juga: Masalah PPDB, Anies Diminta Siapkan Skema Subsidi Sekolah Swasta )

Tentu yang dibantu harus ada kriterianya. Selama ini ia menilai data Dinsos belum tentu relevan. Banyak orang mampu bayar makan, tapi bayar sekolah sudah tidak cukup.

"Makanya itu datanya diambil saja dari jalur PPDB kemarin, data siswa yang tertolak lengkap di situ. Jadi tidak pusing lagi karena data. Kita butuh kerja cepat. Niatnya sudah baik, strateginya juga harus baik, biar hasilnya baik," pungkasnya.

Diketahui Pemprov DKI Jakarta sedang menyusun skema bantuan bagi para peserta didik yang ditolak pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020/2021. Anggaran sebesar Rp171 miliar disiapkan untuk peserta didik yang kesulitan biaya masuk sekolah.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
Rekomendasi
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved