Bayi Badak Putih Afrika Lahir di Taman Safari Bogor
Sabtu, 08 April 2023 - 15:21 WIB
loading...
Juma, Badak Putih Afrika, melahirkan anakan baru pada Jumat 7 April 2023. Foto: Dok TSI
A
A
A
BOGOR - Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor menyambut penghuni baru di bulan Ramadan. Juma, Badak Putih Afrika, melahirkan anakan baru pada Jumat 7 April 2023.
"Kita namai Ramadani Jumat Agung (Raja), karena lahir di Bulan Suci Ramadhan 2023 tepat saat perayaan Jumat Agung," ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Badak Indonesia (YABI), Letjen TNI (Purn) Dodik Widjanarko di sela kunjungannya ke penangkaran Badak Putih Taman Safari Bogor, Sabtu (8/4/2023).
Dodik memastikan komitmen YABI dengan dukungan penuh Taman Safari Bogor untuk terus melestarikan ekosistem dan populasi badak di Indonesia.
Baca Juga: World Bear Day 2022, Taman Safari Bogor Perkenalkan Bayi Beruang Coklat nan Imut
"Ini menjadi berita besar bagi Indonesia, karena populasi badak di Indonesia saat ini juga masuk dalam kategori rawan kepunahan. Tiga bulan mendatang ada kabar baik lagi, Badak Sumatera di Waykambas akan lahir lagi. Kini usia kandungannya sudah hampir mendekati masa lahir," ungkapnya.
Ramadani Agung lahir dari indukan Badak Putih Afrika bernama Juma yang usianya 20 tahun. Ini adalah hasil perkawinan langsung dengan induk jantan bernama Merdeka yang usianya juga 20 tahunan.
"Kami berharap kecintaan masyarakat Indonesia terhadap badak terus meningkat. Kami mengharap dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat agar terus mendukung upaya pelestarian Badak, khususnya Badak Sumatera dan Badak Jawa," kata Founder Taman Safari Bogor, Jansens Manansang.
Baca Juga: Populasi Hewan di Dunia Menurun Tajam Sekitar 69 Persen Sejak 1970
Jansens menegaskan komitmen Taman Safari Bogor dalam melestarikan dan menjaga populasi Badak Putih terus dilakukan dengan berbagai cara.
"Kami siapkan beberapa strategi selain perkawinan alami. Ini kami lakukan untuk terus mempertahankan populasi badak di Tanah Air agar anak cucu kita bisa melihat bagaimana wujud dan bentuk satwa badak ini turun-temurun," tegas Jansens.
Di tempat yang sama, Head of Medical Animal Taman Safari Indonesia, drh Bongot Huaso Mulia menjelaskan, masa kandungan badak Ramadani Agung ini hampir genap 16 bulan sebelum lahir. Kondisinya sangat sehat bugar. Dengan lahirnya Ramadani ini, maka genap ada 6 ekor Badak Putih Afrika di Taman Safari Bogor.
"Satu jam setelah lahir langsung berdiri dan menyusui induknya, yakni Juma. Ini kondisi yang tidak biasa. Lebih cerdas dari kakaknya, Asyifa, yang usianya kini sudah menginjak tiga tahun," terang Bongot.
Baca Juga: Anak Badak Jawa Lahir di Taman Nasional Ujung Kulon, Menteri LHK Beri Nama Lordzac
Selanjutnya, proses penyesuaian dan perawatan anakan Ramadani Agung akan dilakukan dengan pengawasan dan monitoring ketat keeper dan tim medis Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor.
"Kita standby 24 jam untuk memantau pertumbuhannya. Berikut penyediaan makanan yang bergizi serta asupan susu alami dari indukan tetap menjadi perhatian utama kami," tandasnya.
"Kita namai Ramadani Jumat Agung (Raja), karena lahir di Bulan Suci Ramadhan 2023 tepat saat perayaan Jumat Agung," ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Badak Indonesia (YABI), Letjen TNI (Purn) Dodik Widjanarko di sela kunjungannya ke penangkaran Badak Putih Taman Safari Bogor, Sabtu (8/4/2023).
Dodik memastikan komitmen YABI dengan dukungan penuh Taman Safari Bogor untuk terus melestarikan ekosistem dan populasi badak di Indonesia.
Baca Juga: World Bear Day 2022, Taman Safari Bogor Perkenalkan Bayi Beruang Coklat nan Imut
"Ini menjadi berita besar bagi Indonesia, karena populasi badak di Indonesia saat ini juga masuk dalam kategori rawan kepunahan. Tiga bulan mendatang ada kabar baik lagi, Badak Sumatera di Waykambas akan lahir lagi. Kini usia kandungannya sudah hampir mendekati masa lahir," ungkapnya.
Ramadani Agung lahir dari indukan Badak Putih Afrika bernama Juma yang usianya 20 tahun. Ini adalah hasil perkawinan langsung dengan induk jantan bernama Merdeka yang usianya juga 20 tahunan.
"Kami berharap kecintaan masyarakat Indonesia terhadap badak terus meningkat. Kami mengharap dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat agar terus mendukung upaya pelestarian Badak, khususnya Badak Sumatera dan Badak Jawa," kata Founder Taman Safari Bogor, Jansens Manansang.
Baca Juga: Populasi Hewan di Dunia Menurun Tajam Sekitar 69 Persen Sejak 1970
Jansens menegaskan komitmen Taman Safari Bogor dalam melestarikan dan menjaga populasi Badak Putih terus dilakukan dengan berbagai cara.
"Kami siapkan beberapa strategi selain perkawinan alami. Ini kami lakukan untuk terus mempertahankan populasi badak di Tanah Air agar anak cucu kita bisa melihat bagaimana wujud dan bentuk satwa badak ini turun-temurun," tegas Jansens.
Di tempat yang sama, Head of Medical Animal Taman Safari Indonesia, drh Bongot Huaso Mulia menjelaskan, masa kandungan badak Ramadani Agung ini hampir genap 16 bulan sebelum lahir. Kondisinya sangat sehat bugar. Dengan lahirnya Ramadani ini, maka genap ada 6 ekor Badak Putih Afrika di Taman Safari Bogor.
"Satu jam setelah lahir langsung berdiri dan menyusui induknya, yakni Juma. Ini kondisi yang tidak biasa. Lebih cerdas dari kakaknya, Asyifa, yang usianya kini sudah menginjak tiga tahun," terang Bongot.
Baca Juga: Anak Badak Jawa Lahir di Taman Nasional Ujung Kulon, Menteri LHK Beri Nama Lordzac
Selanjutnya, proses penyesuaian dan perawatan anakan Ramadani Agung akan dilakukan dengan pengawasan dan monitoring ketat keeper dan tim medis Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor.
"Kita standby 24 jam untuk memantau pertumbuhannya. Berikut penyediaan makanan yang bergizi serta asupan susu alami dari indukan tetap menjadi perhatian utama kami," tandasnya.
(thm)
Lihat Juga :