Hari Kedua Kunker ke Kaltim, Menteri Hadi Bagikan Sertifikat Suku Dayak
Kamis, 06 April 2023 - 13:23 WIB
loading...
Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto membagikan secara simbolis 11 sertifikat yang mewakilili 89 sertifikat milik suku Dayak di Desa Budaya Pampang, di Lamin Adat Dayak, Samarinda, Kaltim. Foto/Istimewa
A
A
A
SAMARINDA - Kunjungan kerja (kunker) Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto di Kalimantan Timur (Kaltim) masuk hari kedua. Kali ini Menteri Hadi menyambangi Lamin Adat, Pemung Tawai, Desa Budaya Dayak Pampang, Kota Samarinda, Kaltim.
Di Lamin Adat Dayak tersebut, Menteri Hadi membagikan secara simbolis 11 sertifikat yang mewakilili 89 sertifikat milik suku Dayak di Desa Budaya Pampang.
"Pembagian sertifikat ini merupakan wujud nyata program pemerintahan Jokowi, bahwa tidak satu pun yang ditinggalkan dalam program PTSL dan sertifikasi nasional ini. Termasuk Warga Suku Dayak di Kalimantan Timur," kata Menteri Hadi dalam keterangannya, Kamis (6/4/2023).
Menteri Hadi juga menyampaikan, para suku Dayak ini adalah warga yang merawat budayanya, tidak semua warga negara mampu melakukan itu.
"Karenanya harus diberikan prioritas dan apresiasi berupa kepastian hukum atas tanah mereka. Supaya ke depan tidak ada gangguan dari mafia tanah yang berpotensi menggusur kebudayaan kita juga," tegas Menteri Hadi.
Di Lamin Adat Dayak tersebut, Menteri Hadi membagikan secara simbolis 11 sertifikat yang mewakilili 89 sertifikat milik suku Dayak di Desa Budaya Pampang.
"Pembagian sertifikat ini merupakan wujud nyata program pemerintahan Jokowi, bahwa tidak satu pun yang ditinggalkan dalam program PTSL dan sertifikasi nasional ini. Termasuk Warga Suku Dayak di Kalimantan Timur," kata Menteri Hadi dalam keterangannya, Kamis (6/4/2023).
Menteri Hadi juga menyampaikan, para suku Dayak ini adalah warga yang merawat budayanya, tidak semua warga negara mampu melakukan itu.
"Karenanya harus diberikan prioritas dan apresiasi berupa kepastian hukum atas tanah mereka. Supaya ke depan tidak ada gangguan dari mafia tanah yang berpotensi menggusur kebudayaan kita juga," tegas Menteri Hadi.
Lihat Juga :