alexametrics

Tiga Warga Tasikmalaya Tewas Usai Pesta Miras

loading...
Tiga Warga Tasikmalaya Tewas Usai Pesta Miras
Petugas menunjukkan miras yang diminum para korban (foto:Istimewa/Sindonews)
A+ A-
BANDUNG - Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) kembali berjatuhan. Kali ini tiga orang warga di Jalan Sukalaya, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, yang tewas setelah pesta miras.

"Ketiga korban tewas setelah menenggak minuman keras merek Kristal yang dicampur dengan berbagai minuman dan obat herbal, seperti green tea, pulpi orange, antagin, beer, cocacola, dan orange juice," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, kepada wartawan, Senin (23/11/2015).

Dari keeterangan salah seorang korban selamat Irwan alias Utep (27), pesta miras diawali dengan minum di rumah korban Ade Iyon, pada Kamis 19 November 2015.



Utep yang sempat ikut minum-minum tidak melanjutkannya, karena sudah berencana akan pergi ke Kota Bandung. Sementara teman-temannya yang lain tetap melanjutkan pesta dengan mengoplos miras dengan minuman lain.

“Dari kejadian ini tiga orang meninggal dunia atas nama Ade Iyon (50), Kaki Arapat (26), dan Herda (20). Sementara satu orang lainnya Deden alias Tetet alias Oray masih kritis di rumah sakit dengan kondisi penglihatan sudah kabur,” katanya.

Dia melanjutkan, pihaknya telah mengamankan penjual miras tempat para korban membeli miras. Dari hasil penyelidikan, penjual miras tersebut sudah tiga kali dirazia, namun tetap membandel.

Pudjo mengatakan, saat ini penjual miras berinsial RB (45) itu telah diamankan untuk dimintai keterangannya oleh penyidik, termasuk membawa sejumlah miras yang belum sempat dijual olehnya.

“Kami masih mencari celah hukum yang lebih kuat untuk diterapkan terhadap penjual yang membandel ini. Karena yang bersangkutan tidak meracik, untuk sementara penjual kami jerat dengan pasal tipiring terkait penjualan miras,” tukasnya.
(san)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak