alexametrics

Cerita Pagi

Hang Tuah, Pahlawan Melayu yang Harus Bertarung dengan Sahabat

loading...
Hingga akhirnya, kabar tersebut terdengar oleh Hang Tuah. Merasa harga diri istana terinjak, Hang Tuah melayani tantangan Taming Sari.

Maka keduanya pun bertarung dengan mengandalkan jurus-jurus andalan. Pertarungan sendiri berjalan cukup alot hingga akhirnya Taming Sari tewas oleh pukulan Hang Tuah.

Melihat kesaktian keris Taming Sari, Hang Tuah pun mengambilnya untuk dimiliki. Guna menghormati Taming Sari, keris tersebut oleh Hang Tuah diberi nama Taming Sari.

Kehebatan Hang Tuah membuat dirinya disenangi raja sehingga membuat beberapa petinggi istana membecinya karena iri.

Maka para petinggi Istana pun mengatur siasat untuk menyingkirkan Hang Tuah dengan menebar fitnah jika Hang Tuah telah berzina dengan pelayan istana.

Mendengar berita itu, Raja pun murka dan memerintahkan kepada Bendahara untuk menghukum mati Hang Tuah.

Namun Bendahara tidak sampai hati untuk melaksanakan perintah Raja, maka ia pun menyuruh Hang Tuah pergi ke Indrapura meninggalkan istana dan mengatakan pada Raja jika Hang Tuah sudah dihukum mati.

Sebelum pergi, Hang Tuah memberikan keris Taming Sari kepada salah satu sahabatnya yaitu Hang Jebat yang kelak menggantikan posisinya di istana.

Sayangnya saat mendapat jabatan, Hang Jebat seakan lupa diri, ia bersikap kasar dan kerap berbuat onar. Bahkan berani menentang perintah raja, tidak ada satupun prajurit istana yang mampu melawannya.

Dalam kegalauan karena ulah Hang Jebat, raja pun berdisukusi dengan Bendahara untuk mencari cara bagaimana menghentikan Hang Jebat.

"Seandainya Hang Tuah masih hidup, pasti bisa kita andalkan untuk mengalahkan Hang Jebat," kata Raja kepada Bendahara.

Mendengar ucapan Raja, Bendahara akhirnya menceritakan kejadian sebenarnya jika Hang Tuah belum mati dan sekarang berada di Indrapura.

Raja pun sempat marah dan kaget, namun satu sisi merasa gembira karena itu artinya Hang Tuah bisa dipanggil untuk mengalahkan Hang Jebat.

Tanpa pikir panjang, Bendahara mengirim utusan untuk memanggil Hang Tuah ke Istana. Setibanya di Istana, Raja langsung menyambut Hang Tuah dan meminta maaf karena telah salah menilainya.

Bendahara kemudian menceritakan kepada Hang Tuah mengenai prilaku sahabatnya Hang Jebat yang sudah lupa diri.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak