alexametrics

Ribuan Jati di Hutan Wukirsari Terbakar

loading...
Ribuan Jati di Hutan Wukirsari Terbakar
Warga mencoba memadamkam api yang membakar daun kering di hutan Desa Wukirsari, kemarin. Meski api sempat dipadamkan, namun dibeberapa tempat titik api masih berkobar.
A+ A-
BANTUL - Setidaknya lima hektare lahan hutan di Desa Wukirsari terbakar. Ribuan tanaman jati dan sono terbakar habis. Meski warga sudah mengantisipasi dengan memadamkan titik api, namun di sejumlah tempat api masih berkobar.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Wukirsari, Bayu Bintoro mengatakan, api pertama kali terlihat oleh warga sekitar pukul 13.00 WIB pada hari Selasa (15/9). Karena kondisi lahan yang kering dengan banyaknya semak belukar serta dedaunan api cepat merembet hingga membakar hutan yang ditanami jati dan sono.

“Belasan anggota FPRD, enam personil pemadam dan dibantu warga berusaha memadamkan api agar tidak sampai merembet ke pemukiman,” tutur Bayu, kemarin. Menurutnya, mereka hanya bisa memadamkan dengan cara manual dan peralatan seadanya. Pemadaman tidak dilakukan dengan menggunakan mobil pemadam karena akses jalan yang sempit sehingga tidak memungkinkan mobil masuk lebih dekat ke lokasi.



Upaya pemadaman sendiri dilakukan sekitar lima jam, dan baru dihentikan setelah dipastikan api benar-benar padam. Gholib, warga Dusun Plencing, Desa Wukirsari mengaku hutan yang terletak tak jauh dari rumahnya memang sering terbakar terutama musim kemarau seperti sekarang ini.

Dalam sebulan terakhir, setidaknya sudah lebih dari tiga titik api yang muncul di kawasan hutan tersebut. Ia menduga titik api itu muncul lantaran ulah seseorang yang tidak sengaja membuang sumber api ke tumpukan daun kering. “Kalau kemarau daun jatinya kan banyak yang berguguran. Daun yang kering itulah yang sangat mudah memicu besarnya api,” tuturnya.

Gholib mengungkapkan, kebakaran yang terjadi pada hari Selasa (15/9) itu merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Kebakaran besar lainnya dikatakannya pernah terjadi pada 2005 silam. Ketika itu, api melahap habis belasan hektar lahan hutan di sisi utara rumahnya. Akibat kebakaran yang terjadi Selasa (15/9) itu, kerugian bisa mencapai puluhan juta.

Pasalnya, di lahan yang terbakar itu, banyak tanaman jati yang mati. Pohonpohon jati tersebut sudah layak jual karena umurnya rata-rata sekitar lima tahunan. Rabu siang, terlihat sebagian warga masih berusaha melokalisir kobaran api yang masih terlihat. Mereka sengaja tidak melapor instansi terkait dan berusaha memadamkan api yang masih terlihat ini.

Di Dusun Giriloyo, meski tak meluas namun kebakaran tersebut telah merembet ke kandang ayam milik warga setempat. “Katanya ada beberapa ekor ayam yang mati,” ucap Sukardi, warga setempat. Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Dwi Daryanto mengakui, titik kebakaran lahan dan hutan di Bantul terus meluas.

Setidaknya, sepanjang September, kebakaran lahan dan hutan sudah terjadi di 6 titik yang berbeda. lokasi sisa kebakaran hutan di kawasan Dusun Plencing, Rabu (16/9), api masih muncul di titik yang berbeda. “Sepanjang Selasa (15/9), setidaknya terjadi kebakaran lahan dan hutan di tiga titik yang berbeda.

Selain di Dusun Plencing itu, kejadian kebakaran lahan dan hutan juga terjadi di dua titik lainnya, yakni di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, dan Dusun Gempolan, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul,” tandasnya.

Erfanto linangkung
(bbg)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak