alexametrics

Tol Soroja Bisa Dongrak PAD

loading...
Tol Soroja Bisa Dongrak PAD
Sejumlah pekerja melakukan proses pelapisan tanah di salah satu titik pembangunan Tol Soreng-Pasir Koja (Soroja) saat pemerintah menggelar groundbreaking di Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Kamis (10/9).
A+ A-
BANDUNG - Pemkab Bandung memprediksi keberadaan Tol Soreang- Pasirkoja (Soroja) yang kini tengah dalam proses pembangunan oleh investor bisa berdampak positif teradap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang kepariwisataan.

Di perkirakan dengan adanya ruas jalan bebas hambatan yang mem bentang dari Kota Ban - dung menuju Kabupaten Ban - dung akan meningkatkan PAD Kabupaten Bandung lebih dari 80%. Akses jalan yang memadai se lama ini memang kerap jadi urat nadi perkembangan suatu wi layah.

Kepala Dinas Pemuda Olah - raga dan Pariwisata (Dispopar) Ka bupaten Bandung, Akhmad Djo hara mengatakan, bila Tol Soroja resmi dibangun Pemkab ten tu mendapat berbagai ke un - tungan terutama dari sektor pa - ri wisata. Sebab, tahun depan So reang, juga akan jadi tuan ru - mah PON XIX/2016.



Seperti diketahui setelah PB PON XIX/2016 memutuskan me - mindahkan venue utama da ri Stadion Gelora Bandung Lau tan Api (GBLA) ke Stadion si Ja lak Harupat, Kecamatan Ku ta wa ri - ngin, pemerintah langsung mem - benahi fasilitas, khu sus nya akses jalan menuju stadion ber kapasitas 27.000 tempat du duk itu.

“Potensi kedatangan pengun jung pun sudah pasti akan be sar jadi perlu di mak si mal - kan,” ujar Akhmad, kemarin. Dia menambahkan, pi hak nya ki ni tengah melakukan pe me - taan, salah satunya terkait pe - ngoptimalan promosi se jumlah des tinasi wisata yang be rada di wi layah Kabupaten Ban dung.

Nan tinya, para pe ngunjung bu - kan hanya sekadar ha dir me nyak - sikan eventpesta olahraga empat tahunan, tapi bi sa turut men da - ta ngi objek wi sata. “Kami berharap agar akses m enuju kawasan wisata seperti Ci widey yang secara status ke - we nangan ada di Pemprov da - pat diperlebar, sebagai bentuk un tuk mengakomodir lim-pa - han pengunjung,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, ins - tansinya juga akan melakukan pe nataan di sepanjang jalan ter - masuk kawasan Soreang selaras de ngan adanya rencana pemb a - ngunan Kampung Sunda yang ber lokasi di area Gedong Sa bi - lulungan, dekat perkantoran Pem kab Bandung guna me nam - bah objek wisata di wilayah Da lem Bandung.

Tahun ini, di ka takan Akhmad, target PAD di sek tor pariwisata sebesar Rp15 mi liar. “Tahun depan kami prediksi pen dapatan akan naik lebih dari 80% setelah hadirnya Tol Soroja dari 35 destinasi wisata yang ada karena lebih mudah diakses pe ngunjung,” tuturnya. Disinggung realisasi hingga bu lan September, Akhmad me - nga ku belum mendapatkan da - ta resmi.

Pasalnya, PAD dari sek - tor pariwisata bukan hanya dari kun jungan objek wisata, me - lain kan berasal dari hotel dan res toran. Meski begitu, sesuai dengan pe ngalaman tahun lalu, target yang telah ditetapkan Dispopar se lalu tercapai 100% bahkan ter - lampaui. “Kami juga ber ha rap ke depan ada kerja sama dari pi hak Perhutani dan PTPN VIII ka rena mayoritas objek wisata ma sih dikelola mereka.

Paling ti dak ada sharingprofit,” ka ta nya. Sementara itu Kepala Bi - dang Lalu Lintas Dinas Per hu - bu ngan Kabupaten Bandung, Da ni S Krisna mengatakan, saat ini pihaknya tengah intensif me lakukan survei lapangan me - metakan simpul kemacetan yang mungkin akan terjadi di wil ayahnya ketika Tol Soroja te - lah dibangun termasuk saat ge - laran PON.

“Tujuan pemantauan lang - sung yang kini dilakukan juga un tuk mengupdate data ter ba ru jumlah kendaraan yang me li n - tasi kawasan ibu kota,” ucap nya. Menurut dia, kehadiran ruas ja lan bebas hambatan yang mem bentang itu juga bisa mem berikan manfaat di sektor lal u linta karena diperkirakan me ngurangi kepadataan ken - da raan lebih dari 50% di ka wa - san menuju Ibukota Kabupaten Ban dung.

Dishub juga sedang me la ku - kan beragam persiapan salah sa tunya terkait pengadaan ber - bagai rambu-rambu lalu lintas. “Ka mi ditunjuk sebagai SKPD un tuk menangani arus lalu lin - tas bertanggung jawab penuh un tuk masalah transportasi di - sini,” tuturnya.

Dila nashear
(bbg)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak