alexametrics

Bencana Asap Ganggu Aktivitas Sosial-Ekonomi

loading...
Bencana Asap Ganggu Aktivitas Sosial-Ekonomi
Prajurit TNI berusaha memadamkan api yang membakar lahan dan hutan di sekitar Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Banyuasin kemarin.
A+ A-
PALEMBANG - Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan yang belum tertangani hingga tuntas telah menimbulkan dampak yang luar biasa. Tidak hanya mengancam kesehatan, aktivitas sosial dan perekonomian terganggu.

Sejumlah sekolah di Palembang kemarin masih meliburkan sis - wa nya karena kabut asap masih tebal. Di Musi Banyuasin (Muba), karena asap yang semakin pekat, Di nas Pendidikan setempat me - mu tuskan meliburkan semua se - ko lah hingga lima hari ke depan. Di Jalan Lintas Sumatera (Ja - linsum) terutama di ruas Palem - bang – Indralaya hingga OKI, ruas Palembang – Betung, Banyuasin jarak pandang menurun.

Pada - hal, jalan itu termasuk infrastruk - tur utama penghubung pereko - nomian. Transportasi udara dan laut juga paling terkena dampak. Mes kipun belum sempat mem - buat bandara dan pelabuhan di - tu tup, namun sejumlah penerba - ngan ditunda dan bah kan diba - talkan. Hal ini tentu berdam pak pada aktivitas sosial dan per - ekonomian, seperti yang dialami perusahaan jasa pengiriman.



Para pengusaha yang terga - bung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indone - sia (Asperindo) Sumsel menge luh - kan, pengirimanmengalamiketer - lambatan, karana kabut asap yang terus terjadi. “Secara ga ris besar anggota yang terga bung dalam Asperindo mengala mi kerugian aki bat mu - sibah ka but asap. Peng hitungan kerugian didasar dari biaya ke - rugian ba rang (khusus ma kanan basah), biaya pendistri bu sian dan waktu tempuh.

Se mua rekanrekan jasa pengirim an meng - klaim alami kerugian dari kabut asap,” sebut Ketua As pe rindo Sumsel M. Daud kemarin. Branch Manager JNE Palem - bang menyatakan, pengiriman ekspres dilayani melalui jasa pe - nerbangan. Begitu pun untuk pe - ngiriman antar provinsi juga dila - kukan melalui transportasi udara, sehingga dengan kabut asap me - landa, pengiriman terpaksa di alihkan melalui jalur darat, khu susnya ke Jambi dan Batam serta wilayah lain di Kalimantan.

“Walaupun kondisi penerba - ngan di Palembang tidak begitu parah, namun untuk pengiriman ke sejumlah daerah di sekitar Sum - sel tetap menjadi kendala. Misal - kan saja pengiriman barang ke Jambi dan Batam. Rata-rata be lum terkirim ke sana lantaran pe sa wat delaydan cancel,” terangnya. Menurutnya, jalur darat tetap membutuhkan waktu lebih lama sehingga memengaruhi biaya.

Karena asap juga menyelimuti Jalinsum sehingga jarak pandang me nurun. “Jalinsum juga diseli - muti kabut asap kan?” sebutnya. Senada Branch Manager PT Tiki Palembang Haris Jumadi me - nambahkan, bencana kabut asap yang melanda Sumsel berimpli - kasi terhadap keterlambatan pe - ng iriman. “Untuk pengiriman tu - juan Pekanbaru, Banjarmasin, Pon tianak, atau wilayah Sumate - ra dan Kalimantan sementara wak tu tidak bisa sampai tepat wak tu,” terangnya.

Dia menjelaskan, biasanya pesawat kargo berangkat pukul 10.00 WIB, namun sejak kabut be rangkat pukul 13.00 WIB. Dam paknya pengiriman barang ke konsumen sedikit terkendala. “Untuk Palembang belum ada ke - rugian yang mencolok, tapi untuk Pekanbaru dan Jambi sudah mu - lai terlihat. Khusus jalur darat paling untuk mengangkut barang pindahan dan sepeda motor saja. Sedangkan paket-paket masih menggunakan kargo, kendati - pun mengalami keterlambatan aki bat kabut asap,” jelas Sekre - taris Asperindo Sumsel ini.

Udara Level Bahaya

Pemkot Palembang meminta masyarakat untuk mewaspadai kondisi kabut asap di Kota Pa - lembang, karena berdasarkan ha - sil pengukuran Indeks Standar Pen cemaran Udara (ISPU) bebe - ra pa hari terakhir, udara Palem - bang masuk kategori bahaya. Angka dan kategori indeks level ISPU antara 101-199 atau dikate - gorikan tidak sehat. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang M. Tabranimengatakan, kondisiasap sudah masuk kategori baha yaba - gi kesehatan.

“Dari peng ukur an meng gunakan alat yang diletakkandikantorBLH, levelISPUmen - capai 218. Itu terjadi se jak seming - gu terakhir, dan hari ini angkanya mencapai 208,” jelasnya. Tabrani menerangkan, de - ngan angka ISPU di atas 200, kon - disi udara sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Pada level ter sebut, Infeksi Saluran Perna - pasan Akut (ISPA) sangat rentan bagi masyarakat yang beaktifitas di luar rumah.

“Kondisi asap yang cukup pekat, biasanya terjadi pada pagi dan malam. Jadi, lebih baik saat waktu-waktu tersebut, masyara - kat mengurangi aktifitas di luar rumah,” imbuhnya. Untuk diketahui, ISPU dite - tap kan berdasarkan 5 pencemar utama, yaitu karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), ni - trogen dioksida (NO2), Ozon per - mukaan (O3), dan partikel debu (PM10).

Jika nilai ISPU melebihi 200, maka masuk kategori tidak aman. Karena level ISPU di antara 101 - 199, yang masuk dalam ke - te gori tidak sehat, dapat terjadi peningkatan pada kardiovas ku - lar pada perokok yang sakit jan - tung, peningkatan reaktivitas pem buluh tenggorokan pada pen - de rita asma, penurunan kemam - puan, meningkatnya kerusakan tanaman, jarak pandang turun dan terjadi pengotoran debu.

Sementara Kabid Pengenda - lian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kota Palembang Afrimel - da mengatakan, kondisi kabut asapnya fluktuatif namun sudah cukup berbahaya, dan kecende - rungan meningkat di malam hari. “Kita berharap kabut asapnya segera hilang dan hujan segera tu - run. sarankan untuk banyak mi - num air putih lebih sering.

Ba - nyak minum vitamin dan makan buah-buahan,” ujarnya. Terpisah, Kepala Disdikbud Mu ba M. Yusuf Amilin mengata - kan, bencana kabut asap sudah sa ngat mengkhawatirkan. Berda - sar kan laporan yang diterimanya telah ada beberapa siswa yang pingsan saat berada di sekolah lantaran mengalami sesak nafas akibat kualitas udara yang buruk. Selain itu banyak juga siswa yang menderita penyakit ISPA.

“Kami dapat laporan dari kepala sekolah bahwa sudah banyak siswa yang pingsan di sekolah kemungkinan akibat gejala kabut asap tersebut. Kondisi ini tentunya sudah tidak kondusif lagi terutama bagi kese - hatan para pelajar yang harus me - mulai aktivitas di pagi hari atau disaat kabut asap sedang tebaltebalnya,” terang dia.

Titik Api Masih Tinggi

Kabut asap diprediksi masih akan berlangsung karena meski - pun berbagai upaya telah dilaku - kan instansi terkait serta menge - rahkan ratusan prajurit TNI, titik api di sejumlah daerah seperti OKI masih tinggi. Kemarin di OKI terpantau sebanyak 234 titik api yang tersebar di 10 kecamatan.

BPBD OKI mencatat, di Keca - matan Air Sugihan 1 titik, Cengal 68 titik, Kayuagung 2 titik, Pam - pangan 108 titik, Pedamaran 3 titik, Pematang Panggang 23 ti - tik, SirahPulau Padang1titik, Tan - jung Lubuk 1 titik, Lempuing 1 titik dan Tulung Selapan 26 ti tik. “Hotspot yang terpantau 234 ti - tik,” kata Kepala BPBD OKI Azhar.

Menurut Azhar, titik api ter - banyak berada di wilayah Pang - kal an lampam/ Pampangan yang terpantau 108 titik, tepatnya di wilayah Riding, atau Lahan ka - was an HTI. “Bertambahnya jum - lah titik api ini, bukan berarti pe - tugas kita tidak bekerja, kita su - dah maksimal dibantu TNI meski dengan alat seadanya,” ujar Azhar.

Bertambahnya hotspot menurut Azhar karena cuaca terik, se - mentara hujan tidak kunjung tu - run. “Lahan gambut yang ter ba - kar, selain sulit dipadamkan, daun-daun yang terbakar terbang terbawa angin hingga membakar lahan kosong lainya yang kondi - sinya kering dan mudah terbakar. Dengan demikian titik api ber - tam bah, tidak ada jalan lain, untuk memadamkan lahan gam - but yang terbakar itu adalah air hujan,” terangnya.

Sementara Komandan Kodim 0402 OKI Letkol Kav Dwi Irbaya San dra menegaskan, ratusan per - sonel TNI sudah maksimal beker - ja untuk memadamkan api. “Ka - mi berusaha semaksimal mung - kin untuk memadamkan api yang ada,” tuturnya. Dandim juga mengimbau ke - pada masyarakat khususnya di wilayah OKI untuk tidak melaku - kan pembakaran saat membuka lahan perkebunan baru.

“Masya - ra kat seringkali melakukan pem - bakaran untuk membuka kebun, ini yang kami harapkan untuk tidak dilakukan. Kalau api mem - be sar bisa membakar lahan yang tidak terjaga dan sulit untuk dipa - damkan,” katanya. Dijelaskan Dandim, bahwa Ka bupaten OKI dan OI menjadi dae rah Operasi Militer Selain Pe - rang (OMSP), dalam penangula - ngan bencana asap.

“Ada 960 per - so nel yang ditempatkan di OKI dan OI, yakni dari Kodim 0402/OKI sebanyak 160 perso - nel, Yonif 141/AYJP Rem 044 Ga - po 100 personel, Yonif 330 Kos - trad sebanyak 350 personel dan Yon Armed 10 Kostrad 350 perso - nel,” katanya.

Darfian js/m rohali/ sierra s/amarullah d
(bbg)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak