alexametrics

Api Masih Membakar Hutan Lindung di Luwu Timur

loading...
Api Masih Membakar Hutan Lindung di Luwu Timur
Kebakaran hutan lindung di Kecamatan Malili dan Kecamatan Towoti Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan hingga Sabtu pagi masih terjadi. (Ilustrasi/Sindonews)
A+ A-
MALILI - Kebakaran hutan lindung di Kecamatan Malili dan Kecamatan Towoti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan hingga Sabtu pagi masih terjadi.

Untuk memadamkan kobaran api yang kian meluas pihak pemadam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), polisi kehutanan, Manggala Agni serta SAR menurunkan kekuatan penuh untuk menyisir hutan dan melakukan pemadaman.

Kepala BPBD Kabupaten Luwu Timur Safei Basir mengatakan, hingga kini BPBD Luwu Timur menetapkan siaga bencana satu di dua kecamatan tersebut.



“Kebakaran terparah terjadi di Desa Ussu, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili. Sementara itu di Kecamatan Towoti meliputi Desa Bruga dan Timampu, “ kata Safei, Sabtu (12/9/2015).

Tim gabungan, kata dia, hingga kini masih melakukan pemadaman di empat desa tersebut dengan menyiram menggunakan mobil pemadam di bantu mobil tangki PDAM setempat.

Meski begitu masih ada delapan titik api yang dipastikan masih menyala dan belum bisa dijangkau untuk melakukan pemadaman melalui jalur darat.

Menurut dia, pemadaman total yang dilakukan tersebut tidak maksimal akibat lokasi kebakaran berada di puncak bukit sehingga sulit diakses. Selain itu angin kencang dan lahan kering juga menjadi kenadala pemadaman api.

Safei menyebutkan, lokasi kebakaran terparah terjadi di Hutan Salu Ciu Desa Atue. Di mana sejumlah titik api di daerah ini masih aktif di bekas hutan terbakar yang di duga akan memicu kembali kebakaran.

“Untuk mengantisipasi kebakaran hutan yang kian meluas di Kecamatan Luwu Timur BPBD membangun posko di beberapa titik lokasi di Desa Timampu, Baruga, Ussu serta Puncak Indah, “ tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak