Sejarah Patung Selamat Datang, Ikon Jakarta yang Identik dengan Asian Games 1962

Kamis, 09 Maret 2023 - 14:03 WIB
loading...
Sejarah Patung Selamat...
Patung Selamat Datang berdiri tegak di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Foto/Dok MPI
A A A
JAKARTA - Patung Selamat Datang berdiri tegak di atas pilar di tengah kolam Bundaran Hotel Indonesia (HI). Patung ini menampilkan sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan.

Sekilas, patung ini tampak menyapa setiap orang yang melintas dari arah Monumen Nasional (Monas).

Awal pembangunan Patung Selamat Datang tidak terlepas dari sejarah kota Jakarta yang pernah menjadi tempat perhelatan olahraga terbesar se-Asia, yaitu Asian Games ke-4 pada 1962.

Baca juga: Sejarah Patung Pancoran, Ambisi Presiden Soekarno Majukan Dunia Dirgantara Indonesia

Hal ini mendorong Presiden Soekarno untuk mendirikan sebuah monumen sebagai lambang penerimaan tamu negara, termasuk para atlet dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam Asian Games.

Melalui ide Presiden Soekarno, Henk Ngantung merancang tugu ini. Henk Ngantung adalah seniman sekaligus menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu.

Kemudian, Presiden Soekarno meminta kepada seniman bernama Edhi Sunarso untuk membuat patung tersebut setinggi 9 meter. Edhi Sunarso merupakan pematung yang berasal dari Karangwuni, Kecamatan Wates, Kulon Progo, Yogyakarta.

Baca juga: Kenapa Betawi Identik dengan Jakarta? Begini Sejarah Singkatnya

Pembuatan patung ini memakan waktu kurang lebih satu tahun. Menjelang Asian Games 1962, Patung Selamat Datang Jakarta akhirnya rampung dibangun. Henk Ngantung tercatat sebagai pemilik hak cipta dari karya patung itu.

Kini, Patung Selamat Datang tersebut menjadi ikon populer di Jakarta. Patung Selamat Datang pertama kali direnovasi pada 2002 di masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Dia melakukan penambahan 5 air mancur di sekeliling patung.

Baca juga: Sejarah Jakarta Islamic Centre, Tempat Masjid Terbakar Hebat Dulunya Lokalisasi Kramat Tunggak

Air mancur tersebut memiliki 5 makna ucapan, yaitu selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, dan selamat berhari Minggu.

Selain itu, formasi 5 ini melambangkan Pancasila. Sedangkan angka 5 melambangkan wilayah yang ada di Jakarta, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Rekomendasi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved