alexametrics

Napi Tuntut Remisi, Brimob Bersenjata Lengkap Jaga Lapas

loading...
Napi Tuntut Remisi, Brimob Bersenjata Lengkap Jaga Lapas
Sejumlah pasukan Brimob bersenjata lengkap diterjunkan untuk menjaga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Batam. (MB Ashab/Koran SINDO).
A+ A-
BATAM - Sejumlah pasukan Brimob bersenjata lengkap diterjunkan untuk menjaga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Batam atau dikenal dengan nama Lapas Barelang.

Penjagaan tersebut dilakukan menyusul keributan yang terjadi di dalam lapas karena
ribuan narapidana meminta kejelasan keterlambatan pemberian remisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 (remisi kemerdekaan) yang belum kunjung turun. Narapidana mempertanyakan dengan cara berteriak-teriak di dalam blok masing-masing.

Namun Kepala Lapas Klas II A Batam Farhan Hidayat mengatakan, tidak ada ketibutan seperti yang diisukan sebelumnya. Mereka (narapidana) hanya berteriak di dalam blok masing-masing sehingga membut semua orang terkejut.



Pemicunya karena mereka meminta kejelasan remisi PP 99 kemerdekaan yang belum turun sampai sekarang ini.

"Mereka mau menanyakan tentang remisi yang belum turun. Remisi PP 99 ini yang memberikan putusan dari pusat, bukan dari Lapas," kata Farhan kepada wartawan.

Dia menyampaikan situasi saat ini sudah aman dan kondusif. Terkait adanya anggota Brimob Polda Kepri, dia mengatakan kehadirannya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Farhan mengaku kalau petugas Lapas sendiri hanya berjumlah 10 orang sementara narapidana yang dijaga ribuan orang.

"Kami mengantisipasi ada keributan lain, kami minta bantuan langsung dari Brimob. Petugas kita kurang," ucapnya.

Di tempat yang sama, Kasibinadik Lapas Batam Maulana Luthfianto menambahkan terkait remisi PP 99 ini tentang pengetatan pemberian remisi kepada narapidana yang terjerat kasus besar seperti narkotika, korupsi, teroris, serta kasus lainnya.

Keterlambatan remisinya turun karena belum diturunkan dari pusat. Diduga remisinya belum turun pihak pusat saat ini masih menjadi polemik sehingga belum diberikan secara langsung.

Pengusulan remisi sebanyak 120 narapidana sudah dilaksanakan oleh Lapas Barelang. Menurutnya wajar bila narapidana mempertanyakan kapan dapat remisinya.

"Lapas tetap mengusulkan sekitar 120 narapidana, tapi belum diturunkan juga, mungkin di pusat ada polemik sehingga belum turun. Tadi para napi ingin memastikannya, mereka wajar menanyakan itu," kata Luthfi.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak