Ingin Ubah Nasib, Pemulung Bintara Jaya Bekasi Butuh Program Keterampilan

Rabu, 01 Maret 2023 - 21:58 WIB
loading...
Ingin Ubah Nasib, Pemulung...
Warga pemulung saat berbincang pada Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia yang didukung Partai Perindo, Senin (27/2/2023). Foto: MPI/Irfan Maulana
A A A
BEKASI - Pemulung di Kampung Sawah, Bintara Jaya, Bekasi Barat, Bekasi membutuhkan program keterampilan untuk mengubah nasib menjadi lebih baik. Warga setempat biasa memulung sampah kemudian dijual ke pengepul untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Mungkin pemerintah bisa menilai bagaimana kondisi orang Kampung Sawah, harusnya dibantu, jangan cuma dilihat doang," ujar Khairul Fahmi, warga pemulung di Kampung Sawah, Bintara Jaya, Bekasi Barat, Bekasi saat berbincang di Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia yang didukung Partai Perindo , Senin (27/2/2023).

Bantuan tersebut berupa program keterampilan. Khairul pun mengaku ingin ikut program tersebut jika benar-benar ada. "Semoga pemerintah bisa dengar, perlu bantuan kita," katanya.
Baca juga: Podcast Aksi Nyata Perindo: Warga Jakarta Makin Gemari Pencak Silat

Dia sehari-harinya berkeliling mencari sampah yang bisa dijual. Paling banyak sampah didapat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi tak jauh dari Kampung Sawah.

Uang yang dihasilkan dari jual sampah hanya cukup untuk makan dan minum sehari-hari. Kalau untuk diberikan ke keluarga di kampungnya yang berada di Purwokerto tak cukup.

"Belum cukup, rasanya pengen lebih dari ini. Mana bisa kirim uang ke kampung, kita saja pas-pasan," ucapnya.

Entin, warga pemulung lainnya menganggap memulung sampah sebagai sebuah bekas karena sampah tak melulu barang tidak berguna dan dibuang begitu saja. "Botol bekas terus besi apa saja yang penting jadi uang," katanya.

Misalnya, dia memulung besi yang merupakan benda paling mahal dari sampah lainnya. "Kalau botol per kg paling mahal Rp3.000. Kalau besi sekitar Rp4.000 per kg," ujarnya.

Jumlah sampah yang dipungutnya tidak pasti. Namun, yang paling berat dia bawa untuk dijual pernah mencapai 25 kg. Manurut dia, uang yang dihasilkan dari sampah cukup untuk makan sehari-hari.

Kendati hidup di tengah keterbatasan tak membuat Entin patah arang. Dia tetap bersyukur menjalani hidup. Terbukti anaknya bernama Mirna kini menjadi seorang guru pendamping di Yayasan Balarenik.

"Alhamdulillah, biar anak kita sukses ke depannya. Saya SD saja nggak tamat sampai kelas 3 SD," ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Rekomendasi
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Berita Terkini
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Infografis
Indonesia Ingin Gabung...
Indonesia Ingin Gabung Proyek Jet Tempur Generasi Ke-5 Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved