17 Kecamatan Diterjang Banjir, Bekasi Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Rabu, 01 Maret 2023 - 12:00 WIB
loading...
17 Kecamatan Diterjang...
Perumahan PNR Bekasi, terendam banjir dengan ketinggian 60-80 cm. Akibat banjir tak kunjung surut, warga mulai mengungsi. Foto: MPI/Ade Suhardi
A A A
BEKASI - Pemkab Bekasi menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di wilayahnya. Penetapan status tanggap darurat ini menyusul 17 kecamatan di Kabupaten Bekasi yang diterjang banjir.

Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) nomor HK.02.02/Kep-227-BPBD/ 2023 yang juga ditandatangani langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dani Ramdan. Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari sejak 27 Februari hingga 12 Maret 2023.

“Status tanggap darurat bencana ini sesuai dengan aturan perundang- undangan. Penetapan status tanggap darurat bencana, harus didukung sepenuhnya oleh Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan juga stakeholder lain,” ucap Dani, Rabu (1/3/2023).

Baca juga: Perumahan PNR Bekasi Dikepung Banjir, Seorang Warga Meninggal Terlambat Dievakuasi

Bersamaan dengan itu, Dani Ramdan juga menandatangani Pembentukan Tim Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Bekasi. Surat Keputusan (SK) tertuang dalam SK Nomor HK. 02.02/Kep-226-BPBD/2023.

“Maka seluruh yang terlibat, termasuk SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) kami berharap bisa bekerja 24 jam. Artinya, bisa bekerja dengan bergantian. Pejabat siaga, dan hp dalam keadaan aktif, bisa menggerakan tim dibawahnya bila diperlukan,” terangnya.

Dani menjelaskan penetapan status itu didasari setelah bencana menerjang 17 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Belum lagi, sejumlah wilayah kuga dilaporkan terjadi tanah longsor.

Baca juga: 1.200 KK Terdampak Banjir di Perumahan PNR Bekasi, Warga Mulai Mengungsi

“Sebelumnya status siaga darurat yang ditetapkan 1 November dan direncanakan sampai 1 Mei 2023. Namun sampai kemarin, kondisi semakin mengkhawatirkan. Genangan banjir mencapai 17 Kecamatan, termasuk ada satu kecamatan mengalami longsor,” kata dia.

Dani meminta seluruh aparatur daerah untuk bersiaga lantaran hujan diprediksi berlangsung hingga Maret 2023 ini. Tim Komando yang dibentuk, harus bersiaga menjaga dan memantau titik rawan baik itu di sungai besar maupun sungai kecil yang mengalami luapan air.

“Informasi ini harus segera disampaikan, agar masyarakat yang berada di daerah hilir bisa langsung melakukan evakuasi mandiri sebelum banjir melanda. sehingga bisa menyelamatkan diri. Kuncinya, jangan sampai ada korban jiwa,” tegasnya.

Dani mendorong tim komando bisa memberikan arahan agar masyarakatmampu navigasi. Atau, masyarakat bisa lebih aktif misalnya membersihkan saluran air dari sampah, memperkuat bangunan terutama di titik rawan longsor.



Selain itu, warga masyarakat harus mengaktifkan kembali tanda bahaya seperti bel atau kentongan. Berikutnya, Dani menambahkan, ketika terjadi bencana tim komando harus cepat tanggap. Untuk tim yang di desa – desa rawan bencana, semua harus standby 24 jam.

Tidak sampai disitu, Dani berpesan, untuk warga yang berada di titik banjir agar disiapkan titik evakuasi. Dibantu oleh Camat dan unsure polri agar mengamankan jalur evakuasi. Evakuasi sendiri, diprioritaskan bagi lansia anak- anak, balita, dan difabel.

“Baik saat banjir semata kaki, sebetis agar prioritas keselamatan warga jadi prioritas, ditempatkan di tempat yang memadai. Suplai kebutuhan makanan, minuman, dan mck yang baik. Selama ini status tanggap darurat kebutuhan pokok agar terpenuhi,” tukasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rumah Katon Bagaskara...
Rumah Katon Bagaskara Terendam Banjir, Desak Pramono Anung Bertindak
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Banjir Landa Kampung...
Banjir Landa Kampung Jati Jakarta Timur di Hari Kedua Lebaran
Rekomendasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Infografis
Kebakaran Hebat Landa...
Kebakaran Hebat Landa Los Angeles, Biden Umumkan Bencana Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved