Latih Kemandirian, Santri Diajak Kembangkan Skill Menjahit
Sabtu, 25 Februari 2023 - 21:10 WIB
loading...
Para santri belajar menjahit di Ponpes Nur El Falah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Sabtu (25/2/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
SERANG - Di era globalisasi dan modernisasi, para santri tak hanya dituntut belajar agama dan mahir membaca kitab saja. Mereka harus memiliki keterampilan sehingga menjadi santri yang unggul dan berkualitas.
Dari hal ini, Santri Dukung Ganjar (SDG) Banten mendorong para santri mahir berwirausaha. SDG Banten pun menyalurkan bantuan mesin jahit serta pelatihan menjahit di Ponpes Nur El Falah. Ponpes ini berdiri sejak 1943.
"Santri harus selalu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, sehingga santri menjadi solusi untuk perkembangan zaman ini," kata Korwil SDG Banten, Ahmad Yury Alam Fathallah di Ponpes Nur El Falah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Sabtu (25/2/2023).
Menurut Yury, santri memiliki potensi besar menjadi apapun, termasuk pengusaha. Adanya pelatihan ini diharapkan menjadi sarana meningkatkan kualitas santri untuk menjawab tantangan di masa mendatang.
Dengan begitu mereka mampu mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru, "Harapanya para santri bisa mendapatkan skill yang bermanfaat untuk bekal mereka nanti setelah keluar dari pesantren," tandasnya.
Dari hal ini, Santri Dukung Ganjar (SDG) Banten mendorong para santri mahir berwirausaha. SDG Banten pun menyalurkan bantuan mesin jahit serta pelatihan menjahit di Ponpes Nur El Falah. Ponpes ini berdiri sejak 1943.
"Santri harus selalu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, sehingga santri menjadi solusi untuk perkembangan zaman ini," kata Korwil SDG Banten, Ahmad Yury Alam Fathallah di Ponpes Nur El Falah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Sabtu (25/2/2023).
Menurut Yury, santri memiliki potensi besar menjadi apapun, termasuk pengusaha. Adanya pelatihan ini diharapkan menjadi sarana meningkatkan kualitas santri untuk menjawab tantangan di masa mendatang.
Dengan begitu mereka mampu mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru, "Harapanya para santri bisa mendapatkan skill yang bermanfaat untuk bekal mereka nanti setelah keluar dari pesantren," tandasnya.
Lihat Juga :