1.900 Ton Aspal Tumpah di Laut Nias, Pemda Minta Pemilik Kapal Berbendera Gabon Bertanggung Jawab
Selasa, 21 Februari 2023 - 20:27 WIB
loading...
Penampakan kapal berbendera Gabon yang mengangkut 1.900 ton aspal nyaris tenggelam di Laut Nias. Foto: Istimewa
A
A
A
NIAS UTARA - Kapal MV AASHI bermuatan 1.900 Ton aspal terdampar dan nyaris tenggelam di perairan Desa Sihene'asi, Kecamatan Tugala Oto, Nias Utara , Sumatera Utara. Akibatnya, muatan kapal pun tumpah ke laut dan mencemari lingkungan.
Kapal tanker berbendera Gabon ini diketahui berlayar dari pelabuhan Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, yang dinakhodai Sandeep Kumar Bhaskar.
Baca juga: F1 Powerboat Danau Toba Siap Digelar, Jadi Rangkaian Awal BBWI 2023
Ribuan ton aspal tersebut rencananya akan dibawa ke Padang dan Sibolga. Namun akibat cuaca buruk, kapal tersebut rusak, hingga terseret ke perairan Desa Sihene'asi, Kecamatan Tugala Oto, Nias Utara.
Semakin hari, pencemaran semakin meluas hingga radius 50 km, menembus sampai sekitar kawasan konservasi (perairan Toyolawa - Lahewa), dan mengancam sepanjang pantai yang menjadi pendaratan penyu dari pantai Tugala Oyo hingga pantai Faekhuna'a Kecamatan Afulu.
Menanggapi peristiwa ini, Pemda Nias Utara telah menyurati pemilik kapal dan stakeholder, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian BUMN/Pertanian. Untuk mengambil tindakan cepat dalam penanggulangan pencemaran dan melakukan penyelidikan.
Kapal tanker berbendera Gabon ini diketahui berlayar dari pelabuhan Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, yang dinakhodai Sandeep Kumar Bhaskar.
Baca juga: F1 Powerboat Danau Toba Siap Digelar, Jadi Rangkaian Awal BBWI 2023
Ribuan ton aspal tersebut rencananya akan dibawa ke Padang dan Sibolga. Namun akibat cuaca buruk, kapal tersebut rusak, hingga terseret ke perairan Desa Sihene'asi, Kecamatan Tugala Oto, Nias Utara.
Semakin hari, pencemaran semakin meluas hingga radius 50 km, menembus sampai sekitar kawasan konservasi (perairan Toyolawa - Lahewa), dan mengancam sepanjang pantai yang menjadi pendaratan penyu dari pantai Tugala Oyo hingga pantai Faekhuna'a Kecamatan Afulu.
Menanggapi peristiwa ini, Pemda Nias Utara telah menyurati pemilik kapal dan stakeholder, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian BUMN/Pertanian. Untuk mengambil tindakan cepat dalam penanggulangan pencemaran dan melakukan penyelidikan.
Lihat Juga :