3 Program Hasil Pertemuan Pj Gubernur DKI dengan Menko PMK, Apa Saja?
Kamis, 16 Februari 2023 - 02:10 WIB
loading...
Menko PMK Muhadjir Effendy bertemu PJ Gubernur DKI, Heru Budi Hartono membahas penuntasan tiga program super prioritas. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy bertemu dengan PJ Gubernur DKI, Heru Budi Hartono dalam rangka membahas penuntasan tiga program super prioritas.
Menko PMK menyampaikan tiga program super prioritas yang harus dituntaskan yakni pertama, adalah penghapusan kemiskinan ekstrem. Di tahun 2024 Indonesia diharapkan kemiskinan ekstrem sudah tidak ada atau mendekati nol.
Kedua, pengurangan angka stunting. Target penurunan stunting sesuai arahan Presiden di angka 14% tahun 2024. Posisi stunting di Indonesia masih 22,6 %. Ketiga, revitalisasi Vokasi dalam menyiapkan usia produktif terutama usia muda bisa memasuki dunia kerja.
“Nah dari ketiganya tadi Pak Gubernur sudah menjelaskan, saya sangat menghargai dan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah DKI terutama dalam rangka penyepadanan data,” kata Muhadjir dalam keterangan resminya, Rabu (15/2/2023).
“Memang data ini masih menjadi masalah yang paling krusial, sebelum kita bertindak tanpa data yang pasti akan menjadi tidak tepat,” lanjut Muhadjir. Baca juga: Memberangus Kemiskinan Ekstrem dengan Data Sakti
Muhadjir menghargai dan mengapresiasi program yang telah dilakukan Pemprov DKI dalam penghapusan kemiskinan ekstrem dan penanganan kemiskinan. Program sudah sangat cukup dan terutama langkah memecahkan persoalan krusial terkait ketepatan sasaran.
“Setahu saya Pemda DKI satu-satunya provinsi yang sudah melakukan paduan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) maupun data carik,” ujarnya.
Menko PMK menyampaikan tiga program super prioritas yang harus dituntaskan yakni pertama, adalah penghapusan kemiskinan ekstrem. Di tahun 2024 Indonesia diharapkan kemiskinan ekstrem sudah tidak ada atau mendekati nol.
Kedua, pengurangan angka stunting. Target penurunan stunting sesuai arahan Presiden di angka 14% tahun 2024. Posisi stunting di Indonesia masih 22,6 %. Ketiga, revitalisasi Vokasi dalam menyiapkan usia produktif terutama usia muda bisa memasuki dunia kerja.
“Nah dari ketiganya tadi Pak Gubernur sudah menjelaskan, saya sangat menghargai dan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah DKI terutama dalam rangka penyepadanan data,” kata Muhadjir dalam keterangan resminya, Rabu (15/2/2023).
“Memang data ini masih menjadi masalah yang paling krusial, sebelum kita bertindak tanpa data yang pasti akan menjadi tidak tepat,” lanjut Muhadjir. Baca juga: Memberangus Kemiskinan Ekstrem dengan Data Sakti
Muhadjir menghargai dan mengapresiasi program yang telah dilakukan Pemprov DKI dalam penghapusan kemiskinan ekstrem dan penanganan kemiskinan. Program sudah sangat cukup dan terutama langkah memecahkan persoalan krusial terkait ketepatan sasaran.
“Setahu saya Pemda DKI satu-satunya provinsi yang sudah melakukan paduan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) maupun data carik,” ujarnya.
Lihat Juga :