alexametrics

Mulai Besok, Angkutan Barang Dilarang Melintas di Jateng

loading...
Mulai Besok, Angkutan Barang Dilarang Melintas di Jateng
Dishubkominfo Jateng melarang angkutan barang bermuatan berat seperti truk, kontainer, dan truk gandeng untuk tak melintas di seluruh ruas jalan mulai H-5 hingga H3 Lebaran. (Ilustrasi/Sindonews).
A+ A-
SEMARANG - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jawa Tengah melarang angkutan barang bermuatan berat seperti truk, kontainer, dan truk gandeng untuk tidak melintas di seluruh ruas jalan mulai H-5 sampai H+3 Lebaran.

Kepala Dishubkominfo Jateng, Satriyo Hidayat mengatakan, sesuai dengan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat nomor SK 1364/AJ.201/DRJD/2015, pengangkutan barang saat Lebaran dibatasi.

Mulai H-5 tepatnya 12 Juni pukul 00.00 WIB hingga 20 Juni atau H+3 pukul 24.00 WIB. ”Hanya truk sembako yang boleh melintas,” katanya di Semarang, Sabtu (11/7/2015).



Selain pengangkut sembako, lanjut Satriyo, truk pengangkut barang yang boleh melintas adalah yang bermuatan BBM, Bahan Bakar Gas (BBG), ternak, Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas), pupuk, susu murni, dan barang antaran pos.

”Angkutan barang ekspor/impor dengan kontainer menuju atau dari dan kepelabuhan Tanjung Emas, dan sebaliknya harus berizin,” ujar Satriyo.

Adapun angkutan yang tidak diperbolehkan melintas itu seperti angkutan bahan bangunan, kereta tempelan, kereta gandengan, dan angkutan barang bersumbu lebih dari dua.

Sementara, semua jembatan timbang yang ada di provinsi ini untuk sementara akan dialihfungsikan sebagai tempat istirahat (rest area) bagi para pemudik. Di Jawa Tengah setidaknya terdapat 16 jembatan timbang.

Menurut Satriyo, larangan melintas bagi angkutan barang menjelang lebaran ini guna memperlancar arus mudik.

Sementara, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jateng Karsidi Anggoro mengaku mendukung aturan yang ada.

"Kami telah meminta semua pengemudi angkutan barang non bahan pokok makanan pada H-5 Lebaran berhenti beroperasi," ujarnya.

Dia mengaku sudah memberitahukan kepada anggota Organda. Berdasarkan data dari organisasinya, setidaknya ada 214.485 mobil pikap dan truk yang rutin melintas Jateng. ”Saya harap semuanya bisa mematuhi," tandas Karsidi.

Sebagaimana diketahui, jumlah pemudik dari Jakarta dan sekitarnya yang masuk ke Jawa Tengah pada lebaran 2015 diperkirakan mencapai 6,8 juta orang, atau mengalami peningkatan sebanyak 5,66% dibandingkan dengan tahun lalu.



Dari prediksi jumlah pemudik itu, diperkiarakan 1.903.438 orang naik sepeda motor, 2.207.968 orang naik mobil pribadi, dan 2.347.05 orang naik bus. ”Selain itu, kami perkirakan yang naik pesawat sebanyak 96.465 orang, naik kapal laut sebanyak 27.824 orang, dan kereta api sebanyak 302.450 orang. (amin fauzi/Koran SINDO Jateng)
(sms)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak