Pengelola dan Pedagang Berharap Pasar Pramuka Tak Lagi Ditutup
Rabu, 15 Juli 2020 - 20:56 WIB
loading...
Petugas keamanan memasang garis pembatas di depan pintu masuk Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Foto: Isra Triansyah/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Setelah melakukan rapid test Covid-19 pengelola dan pedagang Pasar Pramuka berharap operasional pasar tak kembali ditutup. Hal itu mengingat Pasar Pramuka yang dikenal sebagai pusat penjualan obat dan alat medis terlengkap di Jakarta.
Kepala Pasar Pramuka Saniyem mengatakan, pihaknya tak mengharapkan adanya penutupan kembali terhadap Pasar Pramuka. Sebab, lanjut Saniyem, jika Pasar Pramuka ditutup akan berdampak pada kebutuhan masyarakat.
"Saya enggak berharap itu ditutup kembali, mudah-mudahan semuanya enggak ada yang positif dan semua bisa berjalan lancar karena memang kebutuhan obat ini kalau kita lihat secara nasional di Pasar Pramuka ini pusatnya obat dan peralatan medis," kata Saniyem saat ditemui di lokasi, Rabu (15/7/2020).
Sementara itu, pedagang obat herbal di Pasar Pramuka Abdullah menyapaikan ke khawatirannya jika operasional Pasar Pramuka kembali ditutup. Sebab, kata Abdullah, dalam satu hari tak beroperasi total kerugian bisa mencapai jutaan rupiah.
"Takut kalau ada yang positif nanti pasarnya tutup lagi, kasihan warga yang lain nanti kalau ada yang mau beli obat jadi terganggu karena di sini pusat toko obat di Jakarta," ujarnya. (Baca juga: Usai Ditutup 3 Hari, 150 Pedagang Pasar Pramuka Rapid Test Covid-19 )
Kepala Pasar Pramuka Saniyem mengatakan, pihaknya tak mengharapkan adanya penutupan kembali terhadap Pasar Pramuka. Sebab, lanjut Saniyem, jika Pasar Pramuka ditutup akan berdampak pada kebutuhan masyarakat.
"Saya enggak berharap itu ditutup kembali, mudah-mudahan semuanya enggak ada yang positif dan semua bisa berjalan lancar karena memang kebutuhan obat ini kalau kita lihat secara nasional di Pasar Pramuka ini pusatnya obat dan peralatan medis," kata Saniyem saat ditemui di lokasi, Rabu (15/7/2020).
Sementara itu, pedagang obat herbal di Pasar Pramuka Abdullah menyapaikan ke khawatirannya jika operasional Pasar Pramuka kembali ditutup. Sebab, kata Abdullah, dalam satu hari tak beroperasi total kerugian bisa mencapai jutaan rupiah.
"Takut kalau ada yang positif nanti pasarnya tutup lagi, kasihan warga yang lain nanti kalau ada yang mau beli obat jadi terganggu karena di sini pusat toko obat di Jakarta," ujarnya. (Baca juga: Usai Ditutup 3 Hari, 150 Pedagang Pasar Pramuka Rapid Test Covid-19 )
Lihat Juga :