Minyak Subsidi Langka, Pedagang Beras di Jakarta Utara Menjerit

Selasa, 07 Februari 2023 - 03:05 WIB
loading...
Minyak Subsidi Langka,...
Minyak goreng kemasan subsidi milik pemerintah merek Minyakita mengalami kelangkaan di sejumlah pasar di Jakarta Utara. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Minyak goreng kemasan subsidi milik pemerintah merek Minyakita mengalami kelangkaan di sejumlah pasar, termasuk di Pasar Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara. Akibatnya, banyak pedagang di pasar mulai was-was dengan kondisi tersebut.

Salah satu Pedagang Minyak di Pasar Pademangan Timur, Herman menyebutkan bahwa harga minyak subsidi dari pemerintah yakni Minyakkita sangat berbeda dengan harga minyak kemasan dan minyak curah.

”Untuk minyak curah Rp17ribu perkilo. Sementara Minyakkita Rp 14ribu perliter. Saat ini kondisinya sudah mulai langka,” kata Herman saat ditemui di Pasar Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (6/2/2023).

Baca juga: Luncurkan Minyakkita Rp14.000, Mendag Zulhas: Masyarakat Bahagia, Pengusaha pun Dapat Cuan Banyak

Dengan adanya kondisi ini, Herman sangat menyayangkan kelangkaan minyak kita yang sudah terjadi sejak sebulan belakangan. Padahal, minyak tersebut sangat banyak diminati masyarakat. ”Banyak banget peminat. Akhirnya beli minyak yang curah,” ungkapnya.

Salah seorang warga Pademangan Lusia (45) mengaku, terpaksa membeli minyak goreng curah. Hal tersebut dikarenakan minyak kita kini sudah langka di pasar. Kelangkaan Minyakita, salah satunya terjadi di Pasar Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara.

Para pembeli kini mulai beralih dengan membeli minyak goreng curah karena mudah dijangkau dan harganya lebih murah. ”Minyak kita kalau ada. Kalau engga ada minyak curah belinya. Kalau pedagang pilih yang harga miring dikit,"”ujar Lusia.

Selain kelangkaan minyak subsidi, di pasar juga mengalami kelangkaan beras yang mengalami kenaikan cukup tinggi.Saat ini beras lokal dengan ukuran 50 kilogram mengalami kenaikan Rp100 ribu perkarung.

Banyak pedagang beras mengeluh, pembeli atau konsumen lebih memilih membeli beras bulog yang lebih murah dan lebih terjangkau. Baca juga: Sebelum Mendarat di Pasar, Minyakkita Delay Dulu Satu hingga Dua Minggu

”Untuk beras, pembeli mencari beras dari bulog. Dibandingkan beras lokal yang sampai saat ini terjadi juga kenaikan harga beras. Semua jenis beras. Warga milih bilog karena harga murah dan kualitasnya cukup baik,” tutup Kepala Pasar Pademangan Timur Sutopo.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Kenaikan Harga Minyak...
Kenaikan Harga Minyak Goreng Terjadi di 207 Kabupaten, Kota! Begini Respons Bapanas
Rekomendasi
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved