Hujan Deras Selamatkan Hana dari Ritual Pembunuhan Wowon dan Duloh

Kamis, 26 Januari 2023 - 14:42 WIB
loading...
Hujan Deras Selamatkan...
Trio tersangka pembunuhan berantai Bekasi-Cianjur yakni Wowon Erawan alias Aki (kiri), Solihin alias Duloh (tengah), dan M Dede Solehudin (kanan). Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dua orang tenaga kerja wanita ( TKW ) korban penipuan penggandaan uang oleh tiga pelaku serial killer Bekasi-Cianjur telah dimintai keterangan. Salah satu dari korban selamat dari pembunuhan karena tidak jadi bertemu karena hujan deras.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, satu dari dua orang yang dimintai keterangan adalah Hana. Dia korban yang lolos dari rencana pembunuhan tiga pelaku, Wowon, Solihin alias Duloh dan Dede Solehudin.

Baca juga: Ini Identitas 11 TKW Korban Penipuan Wowon si Pembunuh Berantai Bekasi-Cianjur

Di hadapan penyidik, wanita yang berprofesi sebagai TKW di Arab Saudi itu menagih janji penggandaan uang yang dilakukan Wowon cs. Penagihan dilakukan sepulangnya Hana dari Arab Saudi dan sempat datang ke rumah Dede Solehudin di Cianjur.

“Saat itu tidak ada kepastian hingga Hana kembali pulang. Hana menerima SMS dari Dede agar datang pada 28 atau 29 Desember 2022 untuk diantar mengambil hasil penggandaan uang di rumah Dulloh,” kata Trunoyudo kepada awak media, Kamis (26/1/2023).

Beruntungnya, pada hari yang dijanjikan terjadi hujan deras. Sehingga Hana pun batal datang ke Cianjur, Jawa Barat untuk menjemput asal penggandaan kekayaan tersebut. Lalu Hana baru ke Cianjur pada tanggal 8 Januari 2023 namun tidak bertemu dengan Dede.

Baca juga: 11 TKW Jadi Korban Penipuan Serial Killer, Polisi: Modus Gandakan Uang

”Alasan Dede sudah satu pekan minggu tidak pulang ke rumah. Diketahui dari keterangan Dede bahwa terkait dengan kedatangan Hana tanggal 28 atau 29 tersebut adalah rencananya akan dieksekusi oleh Duloh,” beber Trunoyudo.



Dari hasil pemeriksaan terhadap dua saksi Hana dan Aslem, mayoritas korban diperkenalkan modus penggandaan uang ini dari Yeni dan Siti. Untuk Aslem telah mengikuti penggandaan uang ini selama enam tahun dengan kerugian sekitar Rp288 juta.

”Kemudian untuk Hanah telah mengikuti penggandaan uang selama dua tahun dengan kerugian sekitar Rp75 juta. Kedua saksi shock karena kehilangan dana dan mendengar kejadian ini,” tegas Trunoyudo.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geram Difitnah Somasi...
Geram Difitnah Somasi Ibu, Ratu Sofya Resmi Laporkan Produser Film ke Polda Metro Jaya
Surya Saputra Datangi...
Surya Saputra Datangi Polda Metro Jaya, Laporkan Pencatutan Identitas di Medsos
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
Rekomendasi
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Berita Terkini
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved