3 Musuh Terberat yang Dihadapi Gajah Mada, Terakhir Paling Melegenda
Senin, 19 Desember 2022 - 14:01 WIB
Dengan bekal strategi yang dimilikinya, Kerajaan Bali masuk dibawah kekuasaan Majapahit dengan cara mendekati dan mensiasati kekurangan dan kelemahan dari kerajaan Bali aga tersebut hingga menjadi sahabat Kerajaan Majapahit.
Selain itu, Kebo Iwa juga dijanjikan akan dinikahkan dengan putri dari Kerajaan Majapahit dan akan diberikan hadiah sumur setelah pernikahan berlangsung. Dengan itu, Kebo Iwa langsung mengunjungi Majapahit dan menagih janjinya itu.
Sesampainya disana, kebo iwa malah dijebak dan dimasukan ke dalam sumurnya, sehingga peperangan antara kedua kerajaan tersebut tidak dapat dibendung.
Hingga akhirnya Kebo Iwa mengalah dan memberikan nyawanya kepada mahapatih Kerajaan Majapahit dan ia pun bersumpah bahwa nusantara jika berada di bawah kepemimpinan Majapahit akan terus dijajah bangsa asing.
Baca juga : Sumpah Palapa Gajah Mada, 21 Tahun Penaklukan Nusantara
2. Prabu Siliwangi
Perseteruan antara Prabu Siliwangi dengan Kerajaan Majapahit diawali dengan keinginan mahapatih untuk menyatukan wilayah nusantara di bawah kepemimpinan Majapahit.
Namun sebagai seorang Raja yang gagah berani, Prabu Siliwangi pun menolaknya dan memberikan perlawanan kepada Majapahit sehingga munculah perang yang dinamakan perang bubat.
Dalam peperangan tersebut menewaskan Prabu Siliwangi, permaisurinya dan juga para bala tentaranya hingga menyisakan putri kerajaan sunda ini yakni Dyah Pithaloka.
Meskipun ia selamat dari peperangan tersebut, Dyah Pithaloka akan diberikan tawaran sebagai permaisuri Raja Hayam Wuruk. Tawaran tersebut ditolaknya dan ia memutuskan untuk bunuh diri.
Selain itu, Kebo Iwa juga dijanjikan akan dinikahkan dengan putri dari Kerajaan Majapahit dan akan diberikan hadiah sumur setelah pernikahan berlangsung. Dengan itu, Kebo Iwa langsung mengunjungi Majapahit dan menagih janjinya itu.
Sesampainya disana, kebo iwa malah dijebak dan dimasukan ke dalam sumurnya, sehingga peperangan antara kedua kerajaan tersebut tidak dapat dibendung.
Hingga akhirnya Kebo Iwa mengalah dan memberikan nyawanya kepada mahapatih Kerajaan Majapahit dan ia pun bersumpah bahwa nusantara jika berada di bawah kepemimpinan Majapahit akan terus dijajah bangsa asing.
Baca juga : Sumpah Palapa Gajah Mada, 21 Tahun Penaklukan Nusantara
2. Prabu Siliwangi
Perseteruan antara Prabu Siliwangi dengan Kerajaan Majapahit diawali dengan keinginan mahapatih untuk menyatukan wilayah nusantara di bawah kepemimpinan Majapahit.
Namun sebagai seorang Raja yang gagah berani, Prabu Siliwangi pun menolaknya dan memberikan perlawanan kepada Majapahit sehingga munculah perang yang dinamakan perang bubat.
Dalam peperangan tersebut menewaskan Prabu Siliwangi, permaisurinya dan juga para bala tentaranya hingga menyisakan putri kerajaan sunda ini yakni Dyah Pithaloka.
Meskipun ia selamat dari peperangan tersebut, Dyah Pithaloka akan diberikan tawaran sebagai permaisuri Raja Hayam Wuruk. Tawaran tersebut ditolaknya dan ia memutuskan untuk bunuh diri.
Lihat Juga :
tulis komentar anda