Data Januari-Oktober, Dinkes DKI: Kasus Gagal Ginjal Akut Mencapai 142
Senin, 31 Oktober 2022 - 10:26 WIB
Hasil hospital record review sejak Januari hingga 30 Oktober 2022, 142 kasus gagal ginjal akut. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, kasus gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak di Jakarta menjadi 142 kasus. Adapun data tersebut merupakan hasil hospital record review sejak Januari hingga 30 Oktober 2022.
"Mungkin perlu dicermati bahwa data kita adalah hasil hospital record review, artinya tim secara aktif dari Dinkes bersama seluruh RS dan puskesmas di seluruh DKI, pro aktif mencari kebelakang data sejak Januari sampai dengan sekarang, jadi kalau ada penambahan kita akan lihat penambahan itu di kapan. Jadi mungkin peristiwa lalu yang belum sempat dilaporkan karena dulu mungkin belum tahu bahwa ini adalah suatu gangguan ginjal akut progresif pada anak," kata Widyastuti kepada awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2022).
Maka itu, kata dia, kasus 142 itu merupakan data mulai awal tahun hingga saat ini. Baca juga: Pemkot Bekasi Kekurangan Dokter Spesialis Gagal Ginjal Akut
"Jadi, merujuk kebelakang berdasarkan surat edaran dari Kemenkes. Jadi data dari Januari sampai dengan kemarin (30 Oktober 2022) total adalah 142 kasus terlaporkan," tambahnya.
"Mungkin perlu dicermati bahwa data kita adalah hasil hospital record review, artinya tim secara aktif dari Dinkes bersama seluruh RS dan puskesmas di seluruh DKI, pro aktif mencari kebelakang data sejak Januari sampai dengan sekarang, jadi kalau ada penambahan kita akan lihat penambahan itu di kapan. Jadi mungkin peristiwa lalu yang belum sempat dilaporkan karena dulu mungkin belum tahu bahwa ini adalah suatu gangguan ginjal akut progresif pada anak," kata Widyastuti kepada awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2022).
Maka itu, kata dia, kasus 142 itu merupakan data mulai awal tahun hingga saat ini. Baca juga: Pemkot Bekasi Kekurangan Dokter Spesialis Gagal Ginjal Akut
"Jadi, merujuk kebelakang berdasarkan surat edaran dari Kemenkes. Jadi data dari Januari sampai dengan kemarin (30 Oktober 2022) total adalah 142 kasus terlaporkan," tambahnya.
Lihat Juga :