Motor Listrik Electrum Jadi Kendaraan Resmi KTT G20 di Bali
Senin, 24 Oktober 2022 - 14:11 WIB
Patrick memaparkan dari pencapaian empat juta kilometer, tiap jutanya setara dengan penghematan 85 ton CO2 netto. "Selain itu, antusiasme positif dari para konsumen dan juga mitra pengemudi akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam meningkatkan skala uji coba, memperluas jangkauan operasional serta melakukan analisis mendalam mengenai motor listrik dan metode penukaran baterai yang paling cocok untuk karakteristik Indonesia," terangnya.
Shobhit Singhal, Chief Transport Officer Gojek menambahkan tanggapan positif dari mitra pengemudi dan konsumen serta berbagai kemajuan pesat selama uji coba komersial, menegaskan tepatnya langkah perusahaan dalam mengedepankan motor listrik sebagai solusi transportasi di Indonesia.
Sebagai pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia, saat ini penetrasi pasar kendaraan listrik masih dapat dikembangkan.
"Harapan kami, kolaborasi dengan Pemerintah dan perusahaan lintas industri, dapat terus dikembangkan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik secara nasional," pungkas Shobhit.
“Dengan memanfaatkan motor listrik yang saat ini disediakan Electrum, mitra pengemudi Gojek juga dapat mengurangi pengeluaran biaya operasional. Penghematan tersebut berasal dari pembelian bahan bakar minyak (BBM), serta penggantian oli dan akumulator yang tidak perlu lagi dilakukan. Pengalaman berkendara juga lebih nyaman, sehingga manfaat dari penggunaan motor listrik ini dapat dirasakan secara menyeluruh, baik oleh konsumen maupun para mitra”, lanjut Shobhit.
Sebelumnya, Electrum sebagai integrator menginisiasi kolaborasi BUMN dan swasta guna mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia.
Electrum, bersama Pertamina, Gogoro, dan Gesits, bersinergi melakukan uji coba untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dan terlengkap di Indonesia.
Untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, TBS bersama Grup GoTo juga telah menyatakan rencana investasi sekitar US$1 miliar selama lima tahun mendatang.
Shobhit Singhal, Chief Transport Officer Gojek menambahkan tanggapan positif dari mitra pengemudi dan konsumen serta berbagai kemajuan pesat selama uji coba komersial, menegaskan tepatnya langkah perusahaan dalam mengedepankan motor listrik sebagai solusi transportasi di Indonesia.
Sebagai pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia, saat ini penetrasi pasar kendaraan listrik masih dapat dikembangkan.
"Harapan kami, kolaborasi dengan Pemerintah dan perusahaan lintas industri, dapat terus dikembangkan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik secara nasional," pungkas Shobhit.
“Dengan memanfaatkan motor listrik yang saat ini disediakan Electrum, mitra pengemudi Gojek juga dapat mengurangi pengeluaran biaya operasional. Penghematan tersebut berasal dari pembelian bahan bakar minyak (BBM), serta penggantian oli dan akumulator yang tidak perlu lagi dilakukan. Pengalaman berkendara juga lebih nyaman, sehingga manfaat dari penggunaan motor listrik ini dapat dirasakan secara menyeluruh, baik oleh konsumen maupun para mitra”, lanjut Shobhit.
Sebelumnya, Electrum sebagai integrator menginisiasi kolaborasi BUMN dan swasta guna mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia.
Electrum, bersama Pertamina, Gogoro, dan Gesits, bersinergi melakukan uji coba untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dan terlengkap di Indonesia.
Untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, TBS bersama Grup GoTo juga telah menyatakan rencana investasi sekitar US$1 miliar selama lima tahun mendatang.
(nag)
Lihat Juga :