Cerita 2 Brimob Muda Selamat dari Serangan Tentara Belanda Berkat Lari Cepat
Senin, 28 Maret 2022 - 16:37 WIB
Para Komandan Tim Resimen Pelopor di Irian Barat, 1968. Foto: Koleksi Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, penulis buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan
JAKARTA - Ada kisah menegangkan, namun lucu pada pertempuran Resimen Pelopor Brimob dengan tentara Belanda di Tanjung Fatagar, Irian Barat (Papua) pada tahun 1962. Ketika itu, dua anggota Brimob muda selamat dari serangan Marinir Belanda berkat lari sekencang-kencangnya.
Diceritakan dalam buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013, sehari setelah pendaratan di Fak-Fak, Papua, pasukan Pelopor Brimob bertempur sengit melawan tentara Belanda.
Baca juga: Kisah Komandan Brimob yang Miliki Jimat Mengendus Gerombolan Pemberontak
Kontak senjata terjadi saat kelompok I dan II pimpinan Aipda Pranoto melakukan pendakian di bukit Tanjung Fatagar. Di tengah pendakian mereka baru menyadari ada perbekalan yang tertinggal.
Diceritakan dalam buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013, sehari setelah pendaratan di Fak-Fak, Papua, pasukan Pelopor Brimob bertempur sengit melawan tentara Belanda.
Baca juga: Kisah Komandan Brimob yang Miliki Jimat Mengendus Gerombolan Pemberontak
Kontak senjata terjadi saat kelompok I dan II pimpinan Aipda Pranoto melakukan pendakian di bukit Tanjung Fatagar. Di tengah pendakian mereka baru menyadari ada perbekalan yang tertinggal.
Lihat Juga :