Ekosistem Digital Bantu Petani Atasi Ketidakpastian Pembeli dan Harga saat Panen

Jum'at, 25 Februari 2022 - 23:41 WIB
Seremoni penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Kepala KCU Tulungagung Ade Bachtiar (kanan) dan Adrian Hernanto CEO PT Kedai Sayur Indonesia (kiri) pada Kamis (24/02). Foto ist
TULUNGAGUNG - Salah satu kendala besar yang dihadapi sektor pertanian adalah ketidakpastian pembeli dan harga saat panen tiba. Karena itu, ekosistem digital sangat diperlukan guna menghubungkan langsung hasil dari lahan pertanian kepada pelanggan.

Untuk membantu para petani memasarkan hasil pertanian, Kedai Sayur Indonesia yang telah memiliki 'KedaiMart' sebagai on-line grocery platform menjalin kerja sama dengan BCA. Skema kerjasama yang dilaksanakan akan membantu petani Indonesia untuk memasarkan produknya ke seluruh Indonesia. Baca juga: Tingkatkan Sinergitas, Kepala Badan Pangan Nasional Kunjungi Wamentan



Kepala KCU (BCA) Tulungagung Ade Bachtiar menjelaskan, pilot project kerja sama ini akan dilaksanakan di Tulungagung, Kediri, dan Blitar. KedaiMart, lanjutnya, akan berperan sebagai offtaker dari hasil panen dengan skema yang akan menguntungkan para petani.

"BCA berperan sebagai penyedia cash management dan membiayai modal kerja (Kredit KUR dan SME) para petani serta menyediakan kemudahan onboarding. Sektor pertanian menjadi salah satu penopang pangan nasional yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat terus bertahan," ungkap Ade Bachtiar, dalam pernyataannya, Jumat (25/2/2022).

Ade mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung sektor pertanian sebagai penggerak perekonomian Indonesia, sekaligus sebagai upaya untuk memperluas pasar di segmen digital. "Pada kerjasama ini, kami berperan dalam menghadirkan layanan cash management sekaligus menyediakan fasilitas kredit dan membantu UMKM petani untuk melakukan onboarding ke platform,” ujar Ade.

Ade optimis kerja sama dengan Kedai Sayur dapat meningkatkan portofolio kredit UMKM BCA ke sektor pertanian. Kerja sama ini juga dapat menjadi peluang menarik bagi pelaku sektor pertanian yang menjadi debitur kami untuk dapat mengembangkan bisnis mereka melalui pinjaman modal yang tidak menyulitkan,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!