DKM Masjid Akbar Kemayoran Keberatan dengan SE Menag Terkait Pengeras Suara Masjid
Selasa, 22 Februari 2022 - 16:29 WIB
DKM Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta Pusat mengaku keberatan dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama yang mengatur tentang pengeras suara masjid dan musala di hari besar Islam.Foto/Istimewa
JAKARTA - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta Pusat mengaku keberatan dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama yang mengatur tentang pengeras suara masjid dan musala di hari besar Islam. DKM Masjid Akbar Kemayoran menilai kebijakan tersebut tidak sesuai dengan syiar Islam.
Sekretaris DKM Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta Pusat Khasanul Natsir mengatakan, keputusan Menag yang membatasi gema takbir hingga jam 10 malam dan hanya diperbolehkan menggunakan speaker dalam tidak sesuai dengan syiar Islam.
"Saya mungkin agak keberatan, yang satu sisi kan itu kan adalah meramaikan, mensyiarkan," kata Khasanul saat diwawancarai MPI, Selasa (22/2/2022).
Khasanul menegaskan, gema takbir merupakan penyemangat bagi umat muslim. "Bagaimanapun di bulan Syawal itu takbir itu menjadi penyemangat sekitar juga," tegasnya. Baca: Pedoman Pengeras Suara Masjid, DMI Bekasi: Ini Langkah Akomodatif
Sekretaris DKM Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta Pusat Khasanul Natsir mengatakan, keputusan Menag yang membatasi gema takbir hingga jam 10 malam dan hanya diperbolehkan menggunakan speaker dalam tidak sesuai dengan syiar Islam.
"Saya mungkin agak keberatan, yang satu sisi kan itu kan adalah meramaikan, mensyiarkan," kata Khasanul saat diwawancarai MPI, Selasa (22/2/2022).
Khasanul menegaskan, gema takbir merupakan penyemangat bagi umat muslim. "Bagaimanapun di bulan Syawal itu takbir itu menjadi penyemangat sekitar juga," tegasnya. Baca: Pedoman Pengeras Suara Masjid, DMI Bekasi: Ini Langkah Akomodatif
Lihat Juga :